Hasto: Pemberdayaan Perempuan Bakal Hasilkan Lansia Produktif
📅 Kamis, 06 Jun 2024, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: bkkbn.go.id
JAKARTA- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menyebut pemberdayaan perempuan dapat menghasilkan para lanjut usia (lansia) yang produktif untuk menyambut bonus demografi.
"Kita ada program pemberdayaan perempuan, tidak ada pemberdayaan laki-laki, karena itu sangat menentukan suksesnya pendapatan dan beban suatu negara. Ketika perempuannya produktif dan di hari tua perempuannya sehat, maka pertumbuhan ekonominya akan tetap jalan," kata Hasto dalam acara peluncuran Pelayanan KB Serentak sejuta akseptor yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Selasa (4/6).
Berdasarkan data dan penelitian, kata dia, perempuan memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi daripada laki-laki.
"Kami ikut menganalisis bahwa angka harapan hidup yang panjang adalah ibu-ibu. Bapak-bapak angka harapan hidupnya pendek karena aktif bekerja, sehingga risiko kematian tinggi, ibu-ibu kerjanya lebih tidak ke fisik, dan yang suka merokok juga bapak-bapak, karena itu angka harapan hidupnya lebih pendek," ucap kepala BKKBN.
Hasto juga menyoroti Indonesia yang sudah memasuki populasi menua (aging population), sehingga ia menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan agar bonus demografi bisa dinikmati.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Aging population, janda-janda tua fakir miskin itu di beberapa wilayah Indonesia mewarnai kemiskinan ekstrem. Jadi kalau kita bisa memberdayakan perempuan, merawat kesehatan, dan angka harapan hidupnya panjang, maka bonus demografi bisa kita nikmati," tutur dia.
Menurut Hasto, agar Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia meningkat, Indonesia perlu memperhatikan para generasi muda yang nantinya berpotensi menanggung beban para lansia, ketika mereka memasuki usia produktif.
"Generasi yang bertanggung jawab kepada orang-orang tua itu namanya GenerasiSandwich, harus mampu menanggung orang tua yang lemah, sehingga mereka harus kita ajak supaya memproduksi anak dan keturunannya harus sehat, jarak (kehamilan) diatur sebaik-baiknya supaya bisa menopang populasi menua dengan baik," papar dia. Ant/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!