Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sulut Sinergi KKP Tingkatkan Kualitas Produksi Nelayan Tradisional

📅 Rabu, 05 Jun 2024, 07:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Sulut Sinergi KKP Tingkatkan Kualitas Produksi Nelayan Tradisional Doc: ANTARA/Nancy L Tigauw
Ket. Sekda Sulut Steve Kepel saat membacakan sambutan Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada Pembukaan Rakernis KKP, di Manado, Selasa (4/6/2024).

Manado - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara akan terus bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna meningkatkan kualitas produksi nelayan lokal.

"Kami harap penangkapan ikan harus diatur dengan baik, agar biota laut kita tidak hancur," kata Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Sekda Sulut Steve Kepel, usai Pembukaan Rakernis KKP, di Manado, Selasa.

Dia mengatakan penangkapan ikan harus diatur, sehingga nelayan tradisional bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

Pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat, sehingga pengawasan di laut bisa dilakukan dengan ketat dan bisa menguntungkan nelayan tradisional.

Apalagi, katanya, Provinsi Sulawesi Utara terdiri dari 15 Kabupaten/Kota, dimana 13 Kabupaten/Kota memiliki wilayah pesisir dan laut dengan panjang garis pantai 2.442km, beserta 353 pulau (59 pulau berpenghuni dan 294 pulau tidak berpenghuni).

Adapaun 12 pulau kecil di Sulawesi Utara garda terdepan sesuai dengan Kepres Nomor 6 Tahun 2017 dengan 750 desa pesisir dan jumlah nelayan kurang lebih 87.254 orang.

Wilayah pengelolaan perikanan Sulawesi Utara pun masuk dalam WPP 715 dan WPP 716, dengan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar.

Karenanya, Sulut, sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Asia Pasifik, bidang kelautan dan perikanan merupakan salah satu penggerak ekonomi yang ada di Sulawesi Utara.

"Beberapa waktu lalu pun, ketika kita menghadapi krisis akibat pandemi, usaha perikanan terus berjalan sementara usaha-usaha lain mengalami kemerosotan yang ditandai dengan dibukanya Direct Call Ekspor Manado-Narita, Jepang," jelasnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggonosaat mengikutiRakernis KKPdi Manado mengatakan pihaknya akan meningkatkan produksi nelayan tradisional.

"Nelayan tradisional tidak akan dikenakan biaya apapun, bahkan akan dibantu baik kapal maupun subsidi bahan bakar," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.