Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jadi Koleksi Kerajaan-kerajaan di Eropa

📅 Senin, 03 Jun 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Jadi Koleksi  Kerajaan-kerajaan  di Eropa Doc: AFP

Orang Eropa pada awalnya membeli beberapa porselen Tiongkok dari Kekaisaran Ottoman atau Utsmaniyah di Turki. Namun sayangnya porselen tersebut tidak memenuhi selera Eropa. Saat itu porselen Tiongkok dalam jumlah besar menjadi koleksi Kerajaan Tabriz timur Azerbaijan, Damaskus, dan Kairo. Istana Turki Utsmaniyah, Topkapi, memiliki koleksi porselen Tiongkok terbesar di luar Tiongkok. Para pengunjung Eropa ke Istanbul pada abad kelima belas dan ke-16 tercatat pernah membeli porselen Tiongkok di sana.

Koleksi porselen awal ini memiliki warna biru-putih yang dianggap sebagai barang antik dan benda seni langka, dan sering kali dipasang pada logam mulia. Sedangkan porselen ekspor Tiongkok umumnya bersifat dekoratif tetapi tanpa makna simbolis dan diproduksi hanya untuk pasar dalam negeri Tiongkok.

Pada abad ke-16, para pedagang Portugis mulai mengimpor porselen biru dan putih dari akhir Dinasti Ming ke Eropa, yang mengakibatkan pertumbuhan perdagangan porselen. Pada tahun 1602 dan 1604, dua muatan porselen Portugis direbut oleh Belanda dan dijual di pelelangan. Peristiwa ini memicu minat orang Eropa terhadap porselen dimana termasuk salah satu pembelinya adalah raja dari Inggris dan Prancis.

Setelah itu, sejumlah negara Eropa mendirikan perusahaan dagang dengan negara-negara Asia timur, yang paling signifikan untuk porselen adalah Perusahaan Hindia Timur Belanda atauVereenigde Oostindische Compagnie(VOC). Antara 1602 dan 1682, VOC menjual antara 30 hingga 35 juta keping porselen ekspor Tiongkok dan Jepang.

Meski Dinasti Ming jatuh pada 1644, perdagangan porselen tetap berlanjut hingga pertengahan abad ke-17. Namun perang saudara mengganggu produksi porselen. Para pedagang Eropa kemudian beralih ke porselen dari Jepang, meskipun sebagian besar masih diperdagangkan melalui pelabuhan Tiongkok.

Namun, Tiongkok kembali menegaskan dominasi mereka pada tahun 1740-an. Sebagai barang berharga dan sangat berharga, potongan porselen ekspor Tiongkok muncul di banyak lukisan Belanda abad ke-17.

Di bawah pemerintahan Kaisar Kangxi (1662-1722), industri porselen Tiongkok, yang sebagian besar terkonsentrasi di Jingdezhen, direorganisasi dan perdagangan ekspor segera berkembang kembali.

Peningkatan impor yang besar memungkinkan pembeli untuk mengumpulkan koleksi dalam jumlah besar, yang sering kali dipajang di ruangan khusus atau bangunan yang dibangun khusus.

Pada akhir abad ke-18, ketika pabrik-pabrik porselen Eropa mulai didirikan, persaingan semakin ketat, dan kualitas barang-barang ekspor menurun, dengan banyak yang menggunakan bentuk dan dekorasi yang bahkan terlalu rumit. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.