Grup Band ABBA Raih Gelar Ksatria Bergengsi dari Kerajaan Swedia
📅 Senin, 03 Jun 2024, 17:31 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP/TT News Agency/Henrik Montgomery
STOCKHOLM - Raja Swedia pada Jumat (31/5) lalu menyerahkan gelar kerajaan kepada anggota grup pop ikonik ABBA, menandai pertama kalinya dalam 50 tahun penghargaan tersebut diberikan di negara Nordik tersebut.
Pada sebuah upacara di istana kerajaan di Stockholm, Raja Carl XVI Gustaf mempersembahkan Royal Order of Vasa kepada Benny Andersson, Agnetha Faltskog, Anni-Frid Reuss, dan Bjorn Ulvaeus.
Dikenal dengan hits disko seperti Mamma Mia (1975), Dancing Queen (1976), dan The Winner Takes It All (1980), keempat anggota ABBA diberi penghargaan atas prestasi luar biasa dalam musik Swedia dan internasional.
Swedia berhenti memberikan gelar kerajaan kepada warga negaranya sejak tahun 1975, karena praktik tersebut dianggap ketinggalan jaman, namun negara ini terus memberikan gelar kerajaan kepada warga negara asing.
Namun parlemen negara tersebut menerapkan kembali praktik tersebut pada tahun 2022 dan upacara pemberian gelar pada Jumat tersebut menandai pertama kalinya gelar tersebut diberikan kepada orang Swedia dalam setengah abad.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun ini menandai peringatan 50 tahun kemenangan ABBA dalam Kontes Lagu Eurovision tahun 1974 dengan lagu Waterloo, yang menjadi terobosan internasional grup tersebut. Dengan gaya unik dan melodi yang menarik, grup ini melambangkan disko di seluruh dunia hingga mereka berhenti tampil pada tahun 1982.
Popularitas ABBA dihidupkan kembali oleh film Mamma Mia, yang memperkenalkan musik grup tersebut kepada generasi baru.
Kuartet ini juga kembali ke panggung melalui ABBA Voyage, album baru yang dirilis pada tahun 2021, dan pertunjukan permanen dengan nama yang sama di London di mana mereka diwakili oleh avatar digital (hologram).
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara total, 13 orang Swedia diberi penghargaan atas prestasi mereka pada upacara tersebut, termasuk dua pemenang anugerah Nobel: ahli genetika Svante Paabo dan fisikawan Prancis-Swedia Anne L'Huillier. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!