6 Cara Mengidentifikasi Kredibilitas Jurnal Ilmiah
📅 Minggu, 02 Jun 2024, 10:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/ssi77
Arif Perdana, Monash University
Di dunia akademis, publikasi adalah salah satu indikator kunci dari kinerja dan reputasi ilmuwan. Sebab, publikasi merupakan medium untuk mengomunikasikan penemuan, memperluas pemahaman, dan memajukan pengetahuan di bidang mereka.
Namun, publikasi menghadapi tantangan dengan maraknya jurnal predator, yang fokus utamanya adalah profitabilitas. Jurnal-jurnal ini umumnya menawarkan janji cepat publikasi sehingga sering menyesatkan peneliti, terutama di negara-negara berkembang.
Jurnal predator cenderung tidak melalui proses peer review (tinjauan sejawat) yang ketat, sering meminta biaya publikasi tinggi tanpa jaminan kualitas, dan menggunakan taktik pemasaran agresif untuk menarik penulis. Mereka juga dapat mencatut nama akademisi atau menggunakan nama jurnal terkemuka tanpa izin untuk meningkatkan kredibilitas palsu.
Dalam dunia akademis yang semakin kompetitif, penting bagi para ilmuwan untuk mengenali dan menghindari jurnal-jurnal semacam ini agar reputasi dan integritas ilmiah penulisnya terjaga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan observasi penulis, berikut cara-cara menentukan kualitas jurnal ilmiah:
1. Kenali struktur editorial
Langkah awal yang vital dalam menilai kredibilitas jurnal ilmiah adalah memeriksa komposisi struktur editorialnya. Pemimpin redaksi haruslah seorang peneliti yang aktif dan memiliki reputasi yang kuat dalam disiplin ilmunya, karena mereka memiliki tanggung jawab terakhir atas konten yang diterbitkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dewan editor juga harus terdiri dari para akademisi yang aktif, dikenal, dan dihormati, karena mereka berperan dalam memandu arah editorial jurnal dan memastikan standar keilmuan yang tinggi.
Beberapa indikator kompetensi, kredibilitas dan dampak dari pemimpin redaksi dan dewan editor adalah riset mereka sudah dipublikasikan di jurnal terkemuka, mereka juga sering menyampaikan riset-riset mereka di forum ilmiah dan profesional. Sebagai contoh, akademisi yang risetnya berkaitan dengan machine learning sepakat bahwa Journal of Machine Learning Research memiliki pemimpin redaksi dan dewan editor yang dihormati dan dikenal luas di disiplin ilmu tersebut.
Sementara dari segi penerbit, pilih lembaga penerbitan komersial yang sudah mapan seperti Elsevier, Emerald, dan Taylor and Francis; asosiasi profesi yang diakui seperti The Association of Computing Machinery, The Association for Information Systems, The Institute of Electrical and Electronics Engineers, dan The American Accounting Association, atau lembaga penerbitan universitas terkemuka seperti Oxford University Press, dan Cambridge University Press. Ketika penerbit atau editor terkait dengan institusi atau organisasi yang memiliki reputasi tinggi, ini menambah lapisan validitas dan integritas dari jurnal tersebut.
2. Cek kualitas kontributor dan konten
Faktor penting berikutnya adalah kualitas kontributor dan konten yang mereka publikasikan. Jurnal yang berkualitas tinggi biasanya menyajikan artikel dari para peneliti terkemuka yang terafiliasi di universitas atau institusi riset tepercaya, dan dievaluasi oleh tim ilmuwan dari berbagai negara.
Di Eropa, misalnya, Chartered Association of Business Schools memiliki metodologi khusus untuk menilai kualitas jurnal. Demikian pula dengan Australian Business Deans Council di Australia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!