Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi Ungkap Gangguan Kesehatan Mental Bisa Menyebar di Kalangan Remaja

📅 Sabtu, 01 Jun 2024, 09:43 WIB | Oleh:
Studi Ungkap Gangguan Kesehatan Mental Bisa Menyebar di Kalangan Remaja Doc: Istimewa

Bisakah gangguan mental menyebar di antara teman sebaya? Para peneliti sekarang mengatakan bahwa masalah kesehatan mental dapat ditularkan di antara kelompok-kelompok sosial remaja, terutama gangguan yang berhubungan dengan suasana hati, kecemasan, dan pola makan.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan kemungkinan gejala depresi ditularkan dari satu individu ke individu lain dalam jaringan sosial. Dalam penelitian berskala besar terbaru yang melibatkan lebih dari 700.000 siswa kelas sembilan dari 860 sekolah di Finlandia, para peneliti mengevaluasi penyebaran gangguan mental di jejaring sosial yang dibentuk oleh kelas-kelas di sekolah.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Jama Psychiatry mengungkapkan bahwa semakin banyak jumlah teman sekelas yang didiagnosis dengan gangguan jiwa, semakin tinggi risiko seseorang menerima diagnosis gangguan jiwa di kemudian hari.

"Hubungan yang diamati adalah yang terkuat selama tahun pertama masa tindak lanjut dalam penelitian ini. Hal ini tidak dijelaskan oleh sejumlah faktor yang berkaitan dengan orang tua, sekolah, dan daerah tempat tinggal. Hubungan ini paling jelas terlihat dalam kasus suasana hati, kecemasan, dan gangguan makan," kata Profesor Christian Hakulinen dari University of Helsinki, dikutip dari Medical Daily, Minggu (26/5).

Para peneliti memperingatkan bahwa hubungan yang diamati dalam penelitian ini belum tentu bersifat kausal. Namun, penelitian ini belum menyelidiki mekanisme penularan gangguan mental antar individu. Para peneliti berpikir bahwa peningkatan diagnosis di antara teman sebaya mungkin disebabkan oleh normalisasi dalam mencari diagnosis dan pengobatan. Semakin banyak orang yang mulai mencari bantuan, hal ini menjadi lebih umum dan dapat diterima, yang mengarah ke lebih banyak diagnosis.

"Mungkin saja, misalnya, ambang batas untuk mencari bantuan untuk masalah kesehatan mental diturunkan ketika ada satu atau beberapa orang di jaringan sosial Anda yang telah mencari bantuan untuk masalah mereka. Faktanya, normalisasi diagnosis dan pengobatan semacam ini dapat dianggap sebagai penularan gangguan mental yang menguntungkan," ujar Hakulinen.

Para peneliti percaya bahwa hasil penelitian ini akan membantu dalam intervensi dini dan pencegahan gangguan mental pada tahap remaja, periode perkembangan kunci ketika banyak gangguan mental kemungkinan terjadi.

"Memahami peran efek teman sebaya dalam masalah kesehatan mental pada masa awal kehidupan juga akan menawarkan alat untuk tindakan pencegahan dan intervensi yang lebih berhasil, sehingga mengurangi beban ekonomi dan sosial dari gangguan mental," tulis para peneliti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pekerja Sektor Pariwisata di Maluku Mulai Disertifikasi

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pekerja Sektor Pariwisata d...
Daerah
Musim Kemarau Membuat Garut...
Daerah
Berdayakan Warga Kurang Mam...

Alwi Obati Kekecewaan atas Kekalahan Jojo

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Alwi Obati Kekecewaan atas ...

OJK-Komdigi Bersinergi Putus Ekosistem Judi Online

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
OJK-Komdigi Bersinergi Putu...
Daerah
Gunung Semeru Kembali Erups...

Denza Luncurkan Supercar Listrik Denza Z

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Otomotif
Denza Luncurkan Supercar Li...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.