Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB: 'Sangat Tidak Mungkin' Korban Selamat dari Longsor di Papua Nugini

📅 Selasa, 28 Mei 2024, 13:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: 'Sangat Tidak Mungkin' Korban Selamat dari Longsor di Papua Nugini Doc: AFP/Emmanuel ERALIA
Ket. Foto udara yang diambil pada 27 Mei 2024 ini menunjukkan gambaran umum wilayah terdampak longsor di desa Yambali di wilayah Maip Mulitaka, di Provinsi Enga, Papua Nugini.

PORT MORESBY - Saat ini "sangat tidak mungkin" korban tanah longsor di Papua Nugini akan ditemukan dalam keadaan hidup, kata seorang pejabat PBB kepada AFP pada hari Selasa (28/5).

"Ini bukan misi penyelamatan, ini adalah misi pemulihan," kata Niels Kraaier dari UNICEF Papua Nugini.

"Sangat kecil kemungkinannya mereka akan selamat."

Papua Nugini mengatakan sekitar 2.000 orang dikhawatirkan terkubur dalam tanah longsor yang menghancurkan komunitas dataran tinggi terpencil pada dini hari tanggal 24 Mei.

Karena upaya penyelamatan dan pemberian bantuan terhambat akibat lokasinya yang terpencil, putusnya jaringan jalan, hujan deras, dan kekerasan antar-suku di dekatnya, administrator provinsi Enga, Sandis Tsaka, memperingatkan bencana tersebut bisa menjadi lebih buruk.

Sekitar 7.900 orang dari desa-desa terpencil dievakuasi, dan tanah di sekitar lokasi longsor masih bergerak.

"Tragedi ini masih aktif," kata Tsaka. "Setiap jam Anda bisa mendengar batu pecah - itu seperti bom atau suara tembakan dan batu terus berjatuhan."

"Daerah ini dipenuhi perumahan, tempat usaha, gereja dan sekolah, dan semuanya telah musnah. Ini hanya permukaan bulan -- hanya bebatuan," kata Tsaka.

Pejabat Program Pembangunan PBB Nicholas Booth mengatakan banyak orang menolak untuk mengungsi, berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan.

Fokus utamanya adalah pengiriman bantuan dan pembersihan daerah yang terkena dampak, katanya kepada AFP.

Dalam jangka panjang, survei geologi diperlukan untuk menentukan berapa banyak orang yang perlu direlokasi secara permanen, kata Booth.

"Longsor ini telah memblokir jalan ke arah barat, jadi tidak hanya tantangan mengakses desa itu sendiri, namun komunitas di luar desa juga terputus."

Komunitas yang terisolasi, yang berjumlah 30.000 orang, memiliki persediaan yang cukup untuk beberapa minggu mendatang namun situasinya dapat memburuk dalam beberapa bulan mendatang, katanya.

Polisi dan pasukan pertahanan berupaya mencapai lokasi tersebut pada hari Selasa dan menutup daerah yang paling berbahaya, kata para pejabat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Masih Ditelusuri Jumlah Pas...
Olahraga
Akhirnya Randal Kolo Muani ...
Nasional
Sistem Pilkada Perlu Direfo...
Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.