Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Khawatir Korban Tewas Akibat Longsor di Papua Nugini Capai 670 Orang

📅 Senin, 27 Mei 2024, 09:51 WIB | Oleh: Tim Penulis

"Orang-orang sangat sedih. Tidak ada yang lolos. Sangat sulit mengumpulkan informasi. Tidak ada yang lolos. Kami tidak tahu siapa yang meninggal karena catatannya terkubur," katanya kepada AFP.

Orang-orang dari desa-desa sekitar membantu menemukan jenazah, kata Nickson Pakea, presiden Kamar Dagang dan Industri Porgera yang berada di dekatnya.

Banyak orang menggunakan sekop dan perkakas tangan.

"Karena batuan keras dan tanah liat, batu dan batuan yang masuk cukup berantakan. Perlu ekskavator untuk menghilangkan puing-puing tersebut," kata Pakea kepada AFP.

Perusahaan patungan pertambangan terdekat, New Porgera Limited, telah setuju untuk menyediakan alat penggali mekanis untuk membantu tim penyelamat dan membersihkan jalan, katanya.

Lebih dari 1.000 orang terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut, menurut perkiraan lembaga bantuan, dan kebun pangan serta persediaan air hancur.

Di beberapa titik, tanah longsor - yang terdiri dari batu-batu besar seukuran mobil, pohon tumbang, dan tanah yang bergolak - diperkirakan memiliki kedalaman delapan meter (26 kaki).

Hujan Deras

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya "siap berkontribusi pada upaya bantuan dan rekonstruksi" melalui pesan media sosial pada akhir pekan.

Presiden AS Joe Biden sebelumnya mengatakan dia dan Ibu Negara Jill Biden "berduka atas hilangnya nyawa dan kehancuran".

Penduduk setempat mengatakan tanah longsor mungkin dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Papua Nugini memiliki salah satu iklim terbasah di dunia, menurut Bank Dunia, dengan curah hujan terberat terkonsentrasi di daerah dataran tinggi yang lembap.

Penelitian menemukan bahwa perubahan pola curah hujan yang terkait dengan perubahan iklim dapat memperburuk risiko tanah longsor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.