PBB Khawatir Korban Tewas Akibat Longsor di Papua Nugini Capai 670 Orang
📅 Senin, 27 Mei 2024, 09:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/IOM/Mohamud Omer
PORT MORESBY - Tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk mencari korban selamat di bawah timbunan tanah longsor yang menghancurkan sebuah desa di Papua Nugini dan menewaskan sekitar 670 orang, kata seorang pejabat PBB kepada AFP, Senin (27/5).
Desa terpencil di lereng bukit yang dulunya ramai di provinsi Enga hampir musnah ketika bongkahan Gunung Mungalo runtuh pada Jumat (24/5) dini hari, mengubur sejumlah rumah dan orang-orang yang tidur di dalamnya.
"Sudah tiga hari tujuh jam sejak bencana ini melanda, pada dasarnya kami berpacu dengan waktu, namun sejauh mana kami bisa menyelamatkan orang-orang adalah persoalan lain," kata pejabat badan migrasi PBB Serhan Aktoprak.
Tim penyelamat bekerja dalam kondisi berbahaya.
"Batuan terus berjatuhan dan menggerakkan tanah," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Yang lebih buruk lagi, ada air tanah yang mengalir di bawah puing-puing sehingga membuat permukaan tanah menjadi longsor."
Sekitar 250 rumah di dekatnya telah dievakuasi sebagai tindakan pencegahan, kata Aktoprak.
Badan-badan bantuan dan pemimpin lokal awalnya khawatir antara 100 hingga 300 orang tewas di bawah lumpur dan puing-puing yang membentang hampir sepanjang empat lapangan sepak bola.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun perkiraan jumlah korban bertambah menjadi 670 orang setelah para pemimpin lokal dan pekerja bencana mendata kembali jumlah penduduk yang tinggal di sana, kata pejabat PBB.
Setidaknya empat jenazah telah dikeluarkan dari puing-puing, kata para pejabat.
Tidak Ada yang Lolos
Alat-alat berat dan penggali dijadwalkan tiba di kota itu pada Minggu malam.
Namun proses pengangkutan mereka terhambat karena kekerasan suku - yang tidak terkait dengan tanah longsor - di sepanjang satu-satunya rute yang tidak terhalang oleh bencana tersebut, kata Aktoprak.
Seorang guru sekolah dari desa tetangga, Jacob Sowai, mengatakan lebih dari 2.000 orang tinggal di zona bencana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!