Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Surabaya Diminta Jangan Lupakan Sejarah Panjang Kota Pahlawan

8 Minggu, 26 Mei 2024, 18:04 WIB | Oleh:
Masyarakat Surabaya Diminta Jangan Lupakan Sejarah Panjang Kota Pahlawan Masyarakat Surabaya Diminta Jangan Lupakan Sejarah Panjang Kota Pahlawan Doc: Istimewa
Ket. Tema ‘Surabaya Vaganza’ adalah ‘The Chronicle of Surabaya’ atau perjalanan Surabaya dari masa ke masa. Karenanya, warga Surabaya harus ingat bagaimana Surabaya berdiri saat zaman kerajaan, kolonial, hingga saat ini

SURABAYA - Gelaran Parade Mobil Hias dan Pawai Budaya 'Surabaya Vaganza' dalam menyemarakan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 dibuka oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (26/5).


Ratusan peserta 'Surabaya Vaganza' kali ini mengenakan beragam busana yang bertemakan 'The Chronicle of Surabaya', yakni menceritakan tentang perjalanan panjang sejarah Kota Pahlawan dari masa ke masa.


Pada kesempatan tersebut, Eri bersama Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani mengenakan busana Manten Pegon. Busana Manten Pegon merupakan busana pengantin khas Kota Pahlawan dengan akulturasi budaya Eropa, Arab, Tiongkok, dan Jawa. Bahkan, busana Manten Pegon itu, telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemdikbudristek RI.

Dalam sambutannya, Eri mengatakan, melalui event 'Surabaya Vaganza', Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ingin menggugah masyarakat untuk terus mengingat perjalanan panjang sejarah Kota Surabaya hingga saat ini.


"Hari ini tema 'Surabaya Vaganza' adalah 'The Chronicle of Surabaya' atau perjalanan Surabaya dari masa ke masa. Karenanya, warga Surabaya harus ingat bagaimana Surabaya berdiri saat zaman kerajaan, kolonial, hingga saat ini," katanya.

Oleh sebab itu, Eri meminta warga Kota Surabaya tidak melupakan sejarah, serta harus ingat bagaimana perjalanannya para pendahulu saat mendirikan, hingga mempertahankan Kota Pahlawan.

"Ayo semua warga Surabaya lewat gelaran 'Surabaya Vaganza' hari ini, saya bersama anda semua harus terus menguatkan guyup rukun dan gotong-royongnya," ajaknya.

Sebab, menurut Eri, meski warga Surabaya selalu menekankan prinsip hidup yang keras, namun mereka memiliki kelembutan hati untuk semakin menguatkan persatuan, guyup rukun, dan rasa gotong-royong.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang hari ini ikut menyukseskan 'Surabaya Vaganza'. Saya yakin, warga Surabaya terus menjaga dan menguatkan persatuan, guyup rukun, dan saling menghormati satu sama lain," tutupnya.

Seusai memberangkatkan Parade Mobil Hias, di iringi oleh musik hadrah dan paguyuban Cak Ning, Eri bersama Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani mengendarai mobil Jeep menuju Alun-Alun Surabaya. Rombongan dilanjutkan dengan para Forkompinda Kota Surabaya menggunakan Jeep Willys, serta para peserta Pawai Budaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.