Riset Ungkap Konten ‘Game’ YouTube Kids Abaikan 6 Elemen ‘Digital Storytelling’
📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 15:00 WIB | Oleh: Tim PenulisAbai kebutuhan anak
Berdasarkan temuan di atas, tampak bahwa beberapa elemen digital storytelling yang dipenuhi oleh produsen lebih banyak fokus ke elemen kemenarikan video, sementara elemen-elemen yang terkait penyampaian pesan cenderung diabaikan.
Ini menunjukkan kepentingan produsen konten yang hanya sekadar mendapatkan atensi dari audiens, bukan menyampaikan pesan tertentu. Kebutuhan akan atensi audiens yang tinggi ini berkaitan dengan monetisasi konten berdasarkan jumlah views dari audiens.
Proses digital storytelling via YouTube Kids terbukti hanyalah praktik bisnis konten semata. Produsen konten tidak benar-benar serius memasukkan semua elemen digital storytelling dan memperhatikan kebutuhan audiens anak. Artinya, bahkan dengan embel-embel kata 'kids' sekalipun, YouTube Kids hanya menjadikan anak-anak sebagai target bisnis yang kebutuhan hiburannya-sesuai karakter mereka-tidak diperhatikan.![]()
Sebaiknya Anda baca juga:
Birgitta Bestari Puspita, Dosen Departemen Ilmu Komunikasi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Paulus Angre Edvra, Lecturer, Unika Soegijapranata
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!