Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantan Agen CIA Mengaku Bersalah Jadi Mata-mata Tiongkok

📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 10:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantan Agen CIA Mengaku Bersalah Jadi Mata-mata Tiongkok Doc: AP/US Justice Department
Ket. Gambar yang terdapat dalam tuntutan pidana terhadap Alexander Yuk Ching Ma ini menunjukkan tangkapan layar yang dibuat dari video karyawan FBI yang menyamar yang diambil pada Januari 2019 saat sedang rapat.

WASHINGTON - Seorang mantan agen CIA pada hari Jumat (24/5) mengaku bersalah karena menjadi mata-mata untuk Tiongkok, Departemen Kehakiman AS mengumumkan.

Alexander Yuk Ching Ma (71), penduduk asli Hong Kong yang menjadi warga negara AS yang dinaturalisasi, mengaku telah memberikan "informasi rahasia pertahanan nasional AS dalam jumlah besar" kepada pihak berwenang Tiongkok pada tahun 2001, meskipun ia belum pernah dipekerjakan oleh CIA selama 12 tahun.

Menurut pernyataan Departemen Kehakiman, pertemuan Ma dengan perwakilan Biro Keamanan Negara Shanghai diprakarsai oleh mantan agen CIA lainnya, saudara sedarah Ma yang lahir di Shanghai dan juga menjadi warga negara Amerika yang dinaturalisasi, yang diidentifikasi sebagai "co-conspirator #1".

Pada akhir pertemuan hari ketiga di sebuah hotel di Hong Kong, "petugas intelijen Tiongkok memberikan uang tunai $50.000 kepada CC #1, yang dihitung oleh Ma," kata pernyataan itu.

"Ma dan CC #1 juga sepakat saat itu untuk terus membantu" intelijen Tiongkok.

Pada 2003, Ma dipekerjakan sebagai ahli bahasa oleh Biro Investigasi Federal di Hawaii "sebagai bagian dari rencana investigasi, untuk bekerja di luar lokasi di mana aktivitasnya dapat dipantau" dan kontaknya dengan Tiongkok dapat diselidiki.

Pada 2006, Ma "meyakinkan CC #1 untuk memberikan identitas setidaknya dua individu yang digambarkan dalam foto yang diberikan kepada Ma" oleh intelijen Tiongkok.

Ma mengakui bahwa informasi yang diberikan serta apa yang dia berikan pada tahun 2001 "akan digunakan untuk merugikan Amerika Serikat atau menguntungkan" pihak berwenang Tiongkok.

Ma bekerja untuk FBI hingga tahun 2012, dan tidak jelas bagaimana kedoknya bisa dibuka.

Jika diterima oleh pengadilan, perjanjian pengakuan bersalah, yang memastikan bahwa Ma akan bekerja sama dengan pihak berwenang AS, memberikan hukuman penjara 10 tahun kepadanya yang dapat dijatuhkan pada 11 September.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.