Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dukung Keberlanjutan, PII Berperan Aktif di WWF 2024

📅 Sabtu, 25 Mei 2024, 10:53 WIB | Oleh:
Dukung Keberlanjutan, PII Berperan Aktif di WWF 2024 Doc: Istimewa
Ket. PT PII terlibat dalam rangkaian kegiatan World Water Forum (WWF) ke-10 pada 18-25 Mei di Bali.

JAKARTA - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII turut terlibat dalam rangkaian kegiatan World Water Forum (WWF) ke-10 pada 18-25 Mei 2024 di Bali.

Selain secara korporasi, PT PII melalui IIGF Institute, lembaga think-tank di bawah naungan PT PII, terlibat dalam berbagai forum diskusi yang membahas pentingnya dukungan pada infrastruktur sektor air, utamanya dalam aspek pembiayaan pada gelaran internasional tersebut.

Direktur Utama PT PII, M. Wahid Sutopo menyampaikan bahwa melalui keterlibatan PT PII pada rangkaian kegiatan WWF 2024 hingga puncak pelaksanaannya diharapkan dapat memperkuat kolaborasi bersama pada penyediaan infrastruktur di sektor air, dengan para pemangku kepentingan khususnya sektor swasta, investor dan lenders internasional.

Peningkatan infrastruktur sektor air diharapkan dapat mendorong kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di Masyarakat.

"Penyediaan infrastruktur air bersih merupakan bagian dari upaya untuk memitigasi dampak perubahan iklim berupa penurunan permukaan tanah akibat penggunaan air tanah secara masif, yang saat ini terasa di beberapa kota besar di Indonesia. Selain itu, dengan pembangunan sektor air dapat meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat," kata Sutopo.

Salah satu forum yang diikuti PT PII adalah Forum Diskusi dengan topik "Making the Green Investment Case for Innovation to Achieve Water Resilience and Improved Governance" yang diselenggarakan pada 23 Mei 2024.

Dalam forum tersebut, Direktur Utama PT PII menjadi narasumber bersama Director International Financial Institutions for Development- Environmental, Project Management & International Development Finance Expertise in Public and Private Sector, Water, Economy, & Climate Change Global Lead World Bank, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), dan Wakil Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum di Indonesia (Perpamsi).

Sutopo pada paparannya yang bertajuk "Opportunity of Utilizing Green Financing Instruments in The Water Sector" menyampaikan peran signifikan PT PII dalam mempercepat dan memperkuat proyek infrastruktur air di Indonesia, terlihat dari dukungan penjaminan pada enam proyek air yang pembiayaannya dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yaitu SPAM Umbulan, SPAM Jatiluhur, SPAM Karian Serpong, SPAM Bandar Lampung, SPAM Semarang Barat, serta SPAM Pekanbaru.

Adapun keseluruhan total investasi dari enam proyek air tersebut adalah Rp7,87 Triliun, dengan total kapasitas 15.580 L/S serta telah dialirkan pada sekitar 5 juta masyarakat Indonesia.

"Perencanaan strategis, stakeholder engagement, strukturisasi pembiayaan, serta operasional yang baik merupakan faktor-faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan proyek sektor air melalui skema KPBU sebagai salah satu bentuk Creative Financing dalam pembangunan infrastruktur," ungkap Sutopo.

Pada hari yang sama, PT PII juga berpartisipasi sebagai panelis dalam forum diskusi Session 5A dengan topik "Revisiting of International Water Financing Architecture (incl. New economic approaches) with Wmphasis on Transparency, Accountability, Fairness & Equity" yang diwakili oleh Direktur Bisnis PT PII Andre Permana, bersama Direktur Utama Indonesia Infrastructure Finance (IIF), LPEM FEB Universitas Indonesia, ERIA, dan IHE Delft.

Diikuti pada 24 Mei 2024, PT PII juga turut mengisi forum diskusi 5D dengan topik "Special Schemes and Incentives Promoting Green Finance", bersama dengan Water, Economy, & Climate Change Global Lead World Bank, Auditor Senior Bappenas dan Project Lead Nature Conservancy.

Direktur Bisnis PT PII Andre Permana dalam paparannya yang bertajuk "Critical Elements on Enabling WaterFinancing for Sustainability" menyampaikan berbagai elemen kritikal pada pembiayaan untuk sektor air khususnya melalui skema KPBU.

"Mempelajari lesson learned proyek di sektor air sebelumnya, memperhitungkan alokasi risiko yang seimbang di antara para pihak, serta komitmen dan kapasitas dari pemerintah atau badan otoritas menjadi sangat penting untuk keberhasilan proyek infrastruktur sektor air yang berkelanjutan," ungkap Andre.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.