Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perpusnas Ingatkan Peningkatan Kompetensi Literasi Tak Hanya dari Baca Buku

📅 Rabu, 22 Mei 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perpusnas Ingatkan Peningkatan Kompetensi Literasi Tak Hanya dari Baca Buku Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Pelaksana Tugas Kepala Perpusnas E Aminudin Aziz saat menjadi pembicara kunci dalam Pengukuhan Pengurus Pusat Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) periode 2023-2026 di Jakarta, Selasa (21/5/2024).

Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E Aminudin Aziz mengatakan peningkatan kompetensi literasi tidak hanya dari membaca buku, tetapi juga dari kemampuan membaca alam dan lingkungan sekitar.

"Orang tidak mungkin punya literasi tinggi tanpa membaca, dan membaca itu tidak hanya dari buku, tetapi juga membaca alam, membaca lingkungan," katanya saat menjadi pembicara kunci dalam Pengukuhan Pengurus Pusat Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) periode 2023-2026 di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, sebelum meningkatkan kompetensi literas, perlu ada pembiasaan budaya baca masyarakat.

"Jadi mengukuhkan budaya baca terlebih dahulu, baru meningkatkan kompetensi literasi," ucapnya.

Aminudin juga mengemukakan gedung perpustakaan hendaknya memiliki roh yang dapat menghidupkan seluruh kegiatan di dalamnya dan memberi manfaat bagi pustakawan maupun pemustaka.

"Bagi saya, perpustakaan itu bukan urusan gedung. Gedung itu hanya fisik, yang lebih penting roh dari gedung itu apa. Jangan sampai gedung yang terdiri dari 24 lantai ini hanya menjadi tempat beternak jin, jangan sampai kehilangan jiwa-jiwanya," ujar dia.

Oleh karena itu dalam rangka peningkatan budaya membaca, Perpusnas fokus pada tiga program. Pertama, penguatan budaya baca dan peningkatan literasi. "Ini menjadi satu paket, semua program yang ada di Perpusnas kita arahkan ke sana," kata Amunudin

Kedua, lanjut dia, yakni standardisasi dan akreditasi perpustakaan. "Ini satu paket juga, mulai dari standardisasi perpustakaan, pengelola, fasilitas, dan programnya sekaligus. Programnya harus terukur, karena perpustakaan itu harus menyediakan program, baik internal maupun pengguna (masyarakat)," paparnya.

Ketiga, pengarusutamaan naskah Nusantara. "Tiga program tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan secara optimal teknologi informasi dan jejaring baik nasional maupun internasional," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengubah perspektif tentang perpustakaan untuk menyukseskan ketiga program tersebut.

"Program-program tersebut tidak bisa berhasil apabila perspektif tentang perpustakaan tidak diubah," tuturnya.

Ia juga mengapresiasi pengukuran kinerja perpustakaan berdasarkanmatrics systemyang dilakukan oleh FPPTI.

"Saya menerima kesan ada upaya dari teman-teman di perpustakaan untuk menerima perspektif baru dengan pendekatan matematis, tetapi jangan lupakan juga pendekatan penilaian yang menekankan pada kualitas manusianya," kata dia.

Sementara itu Ketua Umum FPPTI Mariyah mengatakan bahwa FPPTI mengadopsi teknologi berbasis kecerdasan artifisial sehingga dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kapasitas pustakawan.

"Melalui teknologi AI tersebut, perpustakaan dan pustakawan didorong untuk memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.