Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Riset Ungkap Sifat Elon Musk dan Bill Gates Pengaruhi Kesuksesan Startup

📅 Selasa, 21 Mei 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Riset Ungkap Sifat Elon Musk dan Bill Gates Pengaruhi Kesuksesan Startup Doc: The Conversation/Jim Lo Scalzo/EPA-EFE
Ket. Pendiri start-up Elon Musk dikenal dengan sifat kepercayaan dirinya yang menonjol.

Fabian Braesemann, University of Oxford; Paul X. McCarthy, UNSW Sydney, dan Peggy Kern, The University of Melbourne

Dari tingginya kepercayaan diri Elon Musk hingga kemampuan Jeff Bezos untuk membuat keputusan cerdik ketika berada di bawah tekanan, beberapa pengusaha paling sukses dikenal karena kepribadiannya yang khas. Namun ciri-ciri ini bukan sekadar catatan menarik dalam kisah mereka: kepercayaan diri dan ketenangan, serta kualitas lain seperti kecintaan terhadap petualangan, dapat berdampak besar pada kesuksesan startup.

Startup biasanya terbilang sukses ketika ia diakuisisi oleh perusahaan lain atau berhasil melantai di bursa (ketika sahamnya bisa diperjualbelikan oleh publik di pasar modal). Umumnya, para investor mengasosiasikan kesuksesan ini dengan faktor sisi pasokan (produk baru), atau permintaan (ketertarikan pasar atau "sektor panas").

Tentu saja masih banyak elemen lain yang menentukan kesuksesan suatu perusahan rintisan. Misalnya, ada istilah yang dikenal dengan "Goldilocks age", merujuk pada startup yang berusia kurang dari tujuh tahun memiliki kemungkinan kecil untuk sukses karena belum memiliki cukup waktu untuk berkembang. Atau bagaimana perusahaan rintisan yang berbasis di "titik panas" seperti San Francisco, Berlin atau London lebih mungkin untuk sukses karena memiliki akses yang lebih baik ke sumber daya keuangan dan manusia.

Meski penelitian terbaru kami menunjukkan bahwa elemen-elemen tersebut penting, kami menemukan bahwa kepribadian pendiri adalah faktor yang paling memengaruhi kesuksesan sebuah startup.

AI mengungkap faktor 'x': kepribadian pendiri

Tim lintas disiplin kami-berasal dari University of New South Wales, University of Oxford, University of Technology Sydney, dan University of Melbourne-menjalankan misi selama dua tahun untuk membongkar misteri di balik kesuksesan bisnis startup. Kami menyelami data terperinci lebih 21.000 startup global untuk menemukan pola yang bisa memprediksi keberhasilan atau kejatuhan usaha.

Dengan menggunakan algoritme AI, kami mengaplikasikan model "lima faktor"-sebuah teori psikologi yang membagi kepribadian menjadi lima kelompok-untuk menganalisis pandangan para pendiri startup di seluruh dunia. Setelah membandingkan data ribuan pendiri hingga informasi mengenai para pekerjanya, kami menemukan bahwa pengusaha menunjukkan kombinasi sifat kepribadian yang berbeda dibanding kebanyakan orang.

Pengusaha cenderung menyukai variasi dan hal baru. Mereka sering kali memiliki keinginan untuk menjadi pusat perhatian dan kegembiraan. Meskipun sifat-sifat ini mungkin terdengar umum, dalam dunia bisnis hal ini terwujud dalam pengambilan risiko, kemampuan berjejaring, dan luapan energi-unsur penting dalam kesuksesan startup.

Berdasarkan temuan penelitian kami, kami mengidentifikasi enam jenis kepribadian para pendiri: leader (pendiri), accomnplisher (pencapai), operator (operator), developer (pengembang), fighter (pejuang), dan engineer (insinyur). Tiap tipe kepribadian memiliki kombiasi ciri-ciri kepribadian. Misalnya, operator menghargai ketertiban dan pejuang cenderung memiliki kesensitifan emosional.

Tipe-tipe kepribadian pendiri


Tabel menunjukkan tipe kepribadian, karakteristik, dan contoh-contohnya.


McCarthy, Gong, Braesemann, Stephany, Rizoiu and Kern. Diterjemahkan oleh The Conversation Indonesia., CC BY-ND

Banyak dari jenis kepribadian ini yang sukses dalam startup di dunia nyata. Ambil contoh Bill Gates, salah satu penemu Microsoft. Ia meninggalkan Harvard untuk mengejar apa yang kala itu merupakan impian berisiko. Ini menggambarkan "keterbukaan pada petualangan", yang kami temukan sebagai salah satu karakteristik dari tipe kepribadian "leader".

Topik mengenai upaya melawan rintangan yang terkesan mustahil ini, dibarengi dengan energi tanpa batas, selaras dengan kisah para pendiri startup.

Melanie Perkins, pendiri Canva, perusahan desain grafis dengan valuasi hingga $26 miliar (Rp406,72 triliun), mengalami lebih dari 100 penolakan dari investor sebelum akhirnya berhasil mengamankan modal ventura yang ia butuhkan untuk membangun platformnya. Ia menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang "penuh tekat, keras kepala, dan menyukai petualangan"-yang juga merupakan ciri-ciri dari tipe "leader".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

23 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.