Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pancasila Fondasi Etis Menuju Kesejahteraan Membangun Bangsa

📅 Selasa, 21 Mei 2024, 13:32 WIB | Oleh:
Pancasila Fondasi Etis Menuju Kesejahteraan Membangun Bangsa Doc: Istimewa
Ket. Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Dr. Antonius Benny Susetyo dalam kegiatan bertajuk “Merajut Harmoni Bangsa: Pancasila sebagai Fondasi Moralitas dan Kesejahteraan” di Bandung, Jawa Barat.

BANDUNG - Kebangkitan Nasional Indonesia menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan perlunya etika dalam upaya mengisi kemerdekaan dan meraih kesejahteraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Hal itu diungkapkan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Dr. Antonius Benny Susetyo dalam kegiatan bertajuk "Merajut Harmoni Bangsa: Pancasila sebagai Fondasi Moralitas dan Kesejahteraan" di Bandung, Jawa Barat yang digelar Persatuan Wartawan Nasrani untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan dihadiri 100 orang dari unsur masyarakat dan jurnalis.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2024 menjadi tonggak penting dalam mengarahkan Indonesia ke arah yang lebih baik. Momen ini bertepatan dengan transisi kepemimpinan baru, memberikan kesempatan emas untuk merevitalisasi semangat kebangsaan dan memperkuat fondasi nilai-nilai moral dan kesetaraan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Benny Susetyo didapuk untuk memberikan orasi kebangsaan dengan tema "Etika Hidup Berpancasila".

Dalam orasinya, Benny menekankan bahwa Kebangkitan Nasional Indonesia merupakan tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Didirikan pada 20 Mei 1908, Budi Utomo mempelopori kesadaran untuk berkelompok dan berjuang demi kemerdekaan bahwa penjajahan bukan hal yang etis, benar, atau pantas hingga Budi Utomo memulai usaha dan upaya dalam proses perjuangan Kemerdekaan Indonesia dengan upaya yang lebih bersifat akademis dan politis .

"Spirit Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tahun menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan perlunya etika dalam upaya mengisi kemerdekaan dan meraih kesejahteraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Lebih lanjut Benny menyatakan, etika merupakan landasan fundamental dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Kunci dari etika adalah kesadaran mengenai apa yang pantas dan tidak pantas, yang baik dan yang buruk, serta bukan sekadar boleh atau tidak boleh.

"Dalam konteks Indonesia, Pancasila sebagai ideologi negara memiliki nilai-nilai yang dapat dijadikan panduan dalam bertindak secara etis," ujar Benny.

"Ketika Indonesia kini sedang menghadapi era di mana kebenaran seringkali dinilai dari kepopuleran daripada fakta, serta maraknya politik pragmatism, kita perlu menyadari pentingnya kesadaran etis dalam berpolitik dan bermasyarakat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," tambahnya.

Menurut Benny, kesadaran etis adalah pemahaman mendalam mengenai apa yang pantas dan tidak pantas dilakukan dalam berbagai aspek kehidupan. Etika tidak hanya berkaitan dengan peraturan yang boleh atau tidak boleh, tetapi juga mempertimbangkan aspek moral dan kemanusiaan. Dalam berpolitik dan bermasyarakat, kesadaran etis membantu individu dan kelompok untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang dapat menciptakan kehidupan yang harmonis dan adil.

Dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini dimana kesadaran Etis melalui penanaman nilai-nilai Pancasila belum terlaksana dengan baik, butuh upaya dari para pemimpin dan masyarakat untuk mengembalikan kesadaran etis dalam proses bernegara.

Benny menekankan, upaya seperti menanamkan nilai moral dan etika Pancasila melalui Pendidikan Pancasila harus ditingkatkan, baik di sekolah maupun di komunitas, untuk membentuk karakter yang kuat dan berintegritas.

Pakar Komunikasi politik ini juga menyatakan bahwa media harus memainkan peran aktif dalam menyajikan informasi yang akurat dan faktual, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya bersikap kritis terhadap informasi yang diterima.

Selanjutnya menurut Benny, masyarakat harus didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi, termasuk dalam pengawasan terhadap praktik politik dan penegakan hukum yang adil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.