Kapal Pemburu Paus Jepang Kembali Berlayar, Dikecam Aktivis Lingkungan
📅 Selasa, 21 Mei 2024, 15:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Guardian/Jeremy Sutton-Hibbert/Alamy
SHIIMONOSEKI - Sang koki menyalakan panggangan dan mengolesi steak ikan paus yang tebal, makanan lezat Jepang yang akan segera disajikan di meja makan di seluruh negeri itu, seiring dengan kembali berlayarnya kapal induk penangkapan ikan paus meski dikritik aktivis lingkungan.
Daging paus merah muda dan putih mentah yang berlemak juga ada dalam menu di Nisshinmaru, sebuah restoran yang namanya diambil dari nama kapal besar Jepang yang digunakan untuk menangkap ikan paus, kapal yang kini sudah pensiun setelah tiga dekade berada di laut.
Kapal induk terakhir secara agresif dikejar di Antartika oleh para aktivis yang bertekad mengganggu operasi tersebut. Namun Jepang telah membangun kapal yang lebih besar untuk menggantikannya.
Kapal baru berbobot hampir 9.300 ton yang digunakan armada penangkapan ikan paus Jepang berangkat pada hari Selasa (21/5) untuk melakukan perburuan perdananya. Pelayaran ini menandai era baru bagi industri yang dipertahankan pemerintah Jepang sebagai bagian integral dari budaya negara itu.
Disebut Kangei Maru, kapal ini memiliki "fasilitas pemrosesan internal di mana daging diproses sebelum didinginkan", jelas Ryosuke Oba, manajer restoran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kapal ini seperti sebuah pabrik. Itu adalah fitur yang paling menarik," katanya kepada AFP di Shimonoseki, kota yang memiliki sejarah panjang perburuan paus.
Gambar kapal Nisshin Maru terpampang di dinding restoran, yang berlayar melintasi perairan es dengan tulisan "penelitian" yang dicat dengan huruf tebal di sisinya.
Hingga Jepang menarik diri dari Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional pada tahun 2019, Jepang dikritik karena mengeksploitasi celah dalam moratorium penangkapan ikan paus komersial yang dikeluarkan IWC yang memungkinkan untuk perburuan ilmiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini, negara ini telah melanjutkan perburuan paus komersial di perairannya sendiri. Norwegia dan Islandia juga masih melakukan operasi ini.
Perburuan Paus
"Tolong tangkap paus besar! Harap kembali dengan selamat!" kata sebuah surat yang dibacakan oleh anak-anak kecil yang menari pada sebuah upacara saat Kangei Maru berangkat dari Shimonoseki dalam ekspedisi berburu selama berbulan-bulan di sepanjang pantai timur laut Jepang.
Kapal senilai 7,5 miliar yen ($48 juta) itu berencana menangkap sekitar 200 paus pada akhir tahun ini.
Anggota senior dari 100 awak kapal diberikan karangan bunga saat anggota keluarga mengucapkan selamat tinggal di samping kapal dengan lapisan cat biru dan putih yang baru.
"Ini adalah kapal baru untuk era baru, simbol dari periode baru dimulainya kembali perburuan paus komersial," kata Hideki Tokoro, presiden perusahaan perburuan paus yang membangun Kangei Maru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!