Kapal Pemburu Paus Jepang Kembali Berlayar, Dikecam Aktivis Lingkungan
📅 Selasa, 21 Mei 2024, 15:08 WIB | Oleh: Tim PenulisJepang memburu paus minke, paus Bryde, dan sei, dan ingin memperluas daftarnya dengan memasukkan paus sirip - spesies hewan terbesar kedua di planet ini setelah paus biru.
Paus sirip bisa memiliki berat hingga 70 ton. Kapal dilengkapi winch yang mampu mengangkat paus sebesar itu, kata Tokoro.
Jepang telah berburu ikan paus selama berabad-abad, dagingnya merupakan sumber protein utama pada tahun-tahun setelah Perang Dunia II.
Bahkan sekarang ini menjadi bagian dari makan siang sekolah di Shimonoseki. Di depan balai kota ini, berdiri patung ekor ikan paus berwarna perak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun dalam beberapa dekade terakhir, selera makan daging ikan paus di Jepang menurun tajam, dan hal ini ingin diubah oleh Walikota Shintaro Maeda.
"Tujuan terbesar kami adalah meningkatkan permintaan daging ikan paus dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan hal tersebut," katanya kepada AFP, seraya menggambarkan penangkapan ikan paus sebagai "bagian dari identitas masyarakat Jepang".
Argumen Ketahanan Pangan
Sebaiknya Anda baca juga:
Kazuhiro Fujino mengelola toko daging ikan paus Shimonoseki dan memiliki "harapan besar" bahwa peningkatan pasokan, dan kemungkinan penangkapan ikan paus sirip, akan membantu mendorong penjualan.
"Saat ini, Jepang bergantung pada impor untuk segala hal," katanya, jadi "ide bagus untuk menangkap ikan paus sehingga kita dapat menyediakan makanan kita sendiri".
Namun para pegiat lingkungan hidup membantah argumen ini. Paus berumur panjang dan berkembang biak dengan lambat, sehingga bukan merupakan sumber makanan yang berkelanjutan, kata mereka.
Meskipun kelompok kampanye mengecam rencana Jepang, hanya sedikit yang tersisa dari kemarahan internasional satu dekade lalu ketika pemburu paus menghadapi bentrokan dengan aktivis di Antartika.
"Perburuan paus komersial di abad ke-21 tidak dapat dibenarkan. Ini adalah praktik tidak manusiawi yang dilakukan semata-mata demi keuntungan segelintir orang," kata penggiat World Cetacean Alliance bulan ini.
Tokoro mengatakan "sangat tidak mungkin" Kangei Maru akan pergi ke Antartika untuk penangkapan ikan paus komersial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!