Presiden Baru Taiwan Lai Ching-te Dilantik di Tengah Meningkatnya Tekanan Tiongkok
📅 Senin, 20 Mei 2024, 08:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP/Louise Delmotte
TAIPEI - Presiden baru Taiwan, Lai Ching-te, dilantik pada hari ini, Senin (20/5) di tengah meningkatnya tekanan militer Tiongkok dan parlemen yang bermusuhan.
Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan mencap Lai (64) sebagai "separatis berbahaya" yang akan membawa "perang dan kemunduran" ke pulau itu.
Lai menggantikan Presiden Tsai Ing-wen, yang selama delapan tahun berkuasa mengalami kemunduran tajam dalam hubungan dengan Beijing karena penolakannya terhadap klaim Tiongkok.
Seperti Tsai, Lai adalah pembela setia demokrasi di pulau itu dan "pekerja pragmatis untuk kemerdekaan Taiwan".
Lai telah melunakkan retorikanya dan berulang kali berjanji mempertahankan "status quo" di Selat Taiwan, yang berarti menjaga kedaulatan Taiwan tanpa mendeklarasikan kemerdekaan formal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upacara pelantikan Lai dan wakil presiden terpilihnya Hsiao Bi-khim diadakan di Gedung Kantor Kepresidenan era kolonial Jepang di Taipei.
Lai dan Hsiao bisa dibilang lebih dikenal di panggung global karena perannya sebelumnya sebagai utusan utama Taiwan untuk Washington. Keduanya adalah bagian dari Partai Progresif Demokratik (DPP), yang memperjuangkan kedaulatan Taiwan.
Lai akan menyampaikan pidato pengukuhannya di depan ribuan orang di luar Kantor Kepresidenan. Pidatonya yang akan diteliti untuk mengetahui bagaimana ia akan menangani hubungan rumit Taipei dengan Beijing,
Sebaiknya Anda baca juga:
Delapan kepala negara dan perwakilan dari 51 delegasi internasional diundang - termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada - untuk menunjukkan dukungan terhadap demokrasi di pulau tersebut.
Lebih dari seribu pemain menampilkan opera dan tarian tradisional akan mengambil bagian dalam perayaan yang juga mencakup formasi udara Angkatan Udara untuk memberi hormat kepada presiden baru.
Lebih Banyak Belanja Pertahanan
Dengan hanya 12 sekutu, Taipei kurang mendapat pengakuan diplomatik di panggung dunia.
Namun Taiwan memiliki pemerintahan, militer, dan mata uangnya sendiri, dan mayoritas dari 23 juta penduduknya memandang diri mereka memiliki identitas Taiwan yang berbeda, terpisah dari Tiongkok.
Mengikuti jejak Tsai, Lai diperkirakan akan meningkatkan belanja pertahanan dan memperkuat hubungan dengan pemerintah demokratis, terutama Washington, mitra utama dan pemasok senjata Taiwan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!