Reimajinasi, Pendekatan Baru Pengelolaan Museum dan Cagar Budaya
📅 Minggu, 19 Mei 2024, 20:18 WIB | Oleh: Haryo Brono"Ini saatnya kita mengambil langkah berani untuk mentransformasi museum dan cagar budaya yang kita miliki. Ini saatnya kita menjadikan museum dan cagar budaya sebagai ruang belajar yang terbuka, inklusif, dan mendukung perwujudan pembelajar sepanjang hayat," tuturnya.
Ia berharap, masyarakat berpartisipasi aktif dalam proses revitalisasi dunia permuseuman dan cagar budaya Indonesia. Sebab, menurutnya wajah museum saat ini terutama yang telah direvitalisasi sangat menggugah imajinasi, wawasan, dan pengetahuan pengunjung.
Nadiem memuji dan mencontohkan keberhasilan revitalisasi Museum Song Terus di Pacitan. Ia berharap hal ini bisa menjadi acuan bagi pengelola museum di berbagai kota di Indonesia, sehingga dapat menarik perhatian seluruh kalangan masyarakat.
"Jadikan museum dan cagar budaya sebagai tujuan wisata edukasi, dan bawa serta anak-anak kita untuk mengenal dan mempelajari jati diri bangsa dan akar budayanya," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X yang hadir dalam peluncuran IHA mengatakan, eksistensi museum dan cagar budaya dicita-citakan bersama tidak berhenti di taraf apresiasi dan lahiriah semata. Namun, dapat dijadikan sebagai modal sosial untuk membangun budaya yang mampu mengeskalasi kesejahteraan, baik lahir maupun batin bagi masyarakatnya.
"Dengan harapan itulah, saya mengucapkan selamat atas launching IHA sebagai pengemban visi kolaboratif, mendorong daya cipta, perubahan sosial, serta pembangunan masyarakat yang berbudaya. Yang akhirnya museum dan cagar budaya benar-benar bisa membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia," papar Keraton Yogyakarta ini.
Sri Sultan menyampaikan museum dan cagar budaya laksana benteng monumental yang berupaya memelihara warisan kebesaran manusia dan penjaga masa lalu yang agung. Museum dan cagar budaya adalah entitas terdepan suar pengetahuan dan kesaksian hidup dari peradaban yang bermetamorfosis tanpa henti.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Museum dan cagar budaya juga menjadi manifestasi persatuan dan identitas, di antara individu dan masyarakat. Berbagai koleksi dan artefak akan dikelola, agar dapat berfungsi sebagai pusat pertukaran budaya, dan memupuk rasa saling pengertian," ungkap Sultan.
"Selain itu, museum dan cagar budaya sebagai entitas, diharapkan memberikan pengalaman pendidikan yang memperkaya dan berfungsi sebagai buku pelajaran hidup bagi masyarakat dari segala usia," lanjut Sultan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!