Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Ancam kepada Pemimpin Terpilih Taiwan: Pilih Damai Atau Perang

📅 Kamis, 16 Mei 2024, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Ancam kepada Pemimpin Terpilih Taiwan: Pilih Damai Atau Perang Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Ilustrasi - Dua pesawat tempur Tiongkok J-11 dan satu pesawat pengebom H-6K saat berpatroli di wilayah udara antara Tiongkok daratan dan Taiwan.

Istanbul - Tiongkok pada Rabu mendesak pemimpin baru Taiwan William Lai Ching-te, yang akan dilantik minggu depan, untuk memilih antara perdamaian atau perang, demikian dilaporkan media pemerintah.

"Adalah perdamaian, bukan perang; perkembangan, bukan pemunduran; interaksi, bukan pemisahan; dan kerja sama, bukan konfrontasi yang mewakili sentimen masyarakat Taiwan," kata Chen Binhua, juru bicara Kantor Urusan Taiwan Dewan Negara Tiongkok.

Ia mengomentari kemungkinan pidato pelantikan Lai pada Senin (20/5).

Binhua mengatakan Lai "harus memutuskan apakah akan mengindahkan aspirasi rakyat dan menempuh jalur pembangunan damai atau menyimpang dari opini publik."

Lai, 64 tahun, terpilih pada Januari untuk menggantikan perempuan pertama yang menjadi pemimpinTaiwan, Tsai Ing-wen.

Tiongkok membenci Partai Progresif Demokratik pimpinanTsai, yang kehilangan mayoritas di dewan legislatif regional dari partai oposisi --Kuomintang.

Lai saat ini menjabat sebagai wakil Tsai dan disebut sebagai "separatis berbahaya" oleh Beijing karena kata-kata dan tindakannya yang dianggap sebagai kebijakan anti-Satu-Tiongkok.

Tiongkok menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, namun Taiwan bersikeras bahwa pihaknya sudah memiliki pemerintahan independensejak 1949.

Tiongkok menerbangkan 45 pesawat dan mengirimkan enam kapal angkatan laut di sekitar Taiwan pada Rabu, menurut kementerian pertahanan Taiwan.

Sekitar 26 pesawat di antaranya melintasi garis median di Selat Taiwan dan memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) utara dan barat daya kepulauan itu. Namun, Beijing tidak mengakui garis median maupun ADIZ.

Meskipun tidak ada hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, hubungan negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir sehingga mengundang kritik tajam dari Beijing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.