Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rantai Pasok UMKM Terus Diperkuat

📅 Kamis, 16 Mei 2024, 09:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rantai Pasok UMKM Terus Diperkuat Doc: istimewa

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan kementeriannya terus berupaya untuk memperkuat rantai pasok dan memperluas pasar UMKM, salah satunya melalui Inabuyer 2024, yang sedang digelar di Smesco, Jakarta pada 15-17 Mei 2024.

Saat pembukaan Inabuyer 2024 di Jakarta, Rabu (15/5), Teten mengatakan penguatan rantai pasok menjadi elemen penting dalam ekosistem bisnis UMKM.

Teten, mengutip data World Economic Outlook IMF, menyebut pertumbuhan Indonesia pada 2024 diperkirakan mencapai 5 persen. Namun, hanya 6,3 persen UMKM Indonesia yang terlibat dalam rantai global.

"Karena itu, dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan memperluas akses pasar melalui pendampingan yang komprehensif," ucap Teten dalam sebuah tayangan video.

Teten menjelaskan, saat ini sudah ada kebijakan alokasi belanja barang dan jasa pemerintah untuk pembelian produk dalam negeri khususnya produk UMKM. Dengan dukungan ini, UMKM harus mampu bersaing menjadi pemasok utama dalam perekonomian nasional.

Dia pun meminta ke para pelaku UMKM untuk memanfaatkan Inabuyer 2024 ini sebagai tempat untuk berjejaring dengan banyak pembeli dan entitas bisnis lainnya demi memperluas akses pasar dan rantai pasok.

"Saya optimistis melalui Inabuyer ini akan menjadi katalis untuk transaksi yang berdampak dan pembangunan kemitraan jangka panjang, serta mendorong inovasi dan kemajuan ekonomi," katanya.

Perluas Pasar

Teten juga berharap para pelaku usaha di tanah air dapat memanfaatkan momen ini untuk memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja baru yang berkualitas, dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Inabuyer adalah sebuah pameran bisnis B2B2G (business to business to government) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).

Pameran ini menjadi wadah bagi para buyer (pembeli) dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, BUMN, dan swasta, untuk bertemu dengan supplier (pemasok) dan UMKM yang menawarkan produk dan layanan berkualitas tinggi dari Indonesia..

Penyelenggara menargetkan pameran Inabuyer edisi kedua ini dapat membukukan transaksi 2 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.