Wakil PM Malta Chris Fearne Mundur setelah Ada Tuduhan Korupsi
📅 Senin, 13 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: AFP/ANDREAS SOLARO/GETTY IMAGES
ROMA -Wakil Perdana Menteri (PM) Malta Chris Fearne mengundurkan diri pada Sabtu (11/5) menyusul penyelidikan korupsi terhadap dirinya terkait proses privatisasi yang kontroversial terhadap sejumlah rumah sakit milik negara.
Dalam suratnya di media sosial, dia menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah. Dia mengaku mengundurkan diri demi kepentingan nasional, tetapi merasa bahwa tuduhan terhadapnya tidak adil.
Seperti dikutip dari Antara, Fearne, yang juga menjabat sebagai Menteri Pendanaan, Kesetaraan, Reformasi dan Dialog Sosial Eropa, menjadi korban pertama skandal korupsi rumah sakit dalam Kabinet Partai Buruh pimpinan Perdana Menteri Robert Abela.
Skandal yang melibatkan tiga rumah sakit pelat merah itu telah menjadi perdebatan publik selama beberapa waktu.
Fearne, yang mengaku tidak mengetahui alasan di balik tuduhan terhadapnya, mendesak Abela untuk menarik pencalonan dirinya sebagai anggota Komisi Eropa berikutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menanggapi surat pengunduran diri Fearne, Abela meminta sang wakil untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.
Fearne berterima kasih kepada Abela atas dukungannya, tetapi dia menegaskan komitmennya terhadap keputusannya itu.
Fearne juga pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Kesehatan Malta di bawah pemerintahan Partai Buruh pada 2015.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salahgunakan Dana
Media Malta melaporkan bahwa Fearne dan sejumlah pejabat tinggi pemerintah lainnya dituduh oleh kejaksaan awal pekan ini telah menyalahgunakan dana dan menipu pemerintah selama proses privatisasi rumah sakit yang dinilai kontroversial.
Dalam penyelidikan yang sama, mantan PM Joseph Muscat dan kepala stafnya, Keith Schembri, serta mantan menteri kesehatan Konrad Mizzi juga menghadapi sejumlah tuduhan serius, termasuk pencucian uang, penyuapan, dan pembentukan organisasi kriminal.
Pemimpin Partai Nasionalis (PN) yang berseberangan dengan pemerintah, Bernard Grech, menegaskan di Facebook bahwa pengunduran diri Fearne "tidak dapat dihindari".
Dia mengkritik Abela karena bersikeras agar tidak seorang pun mengundurkan diri, yang menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap situasi itu.
Grech mengatakan pejabat publik mana pun yang menghadapi tuduhan seperti itu tidak boleh terus menjabat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!