Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paus Fransiskus Mendesak Dunia untuk Mengatasi Krisis Demografi

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Paus Fransiskus Mendesak Dunia untuk Mengatasi Krisis Demografi Doc: ISTIMEWA
Ket. Paus Fransiskus berbicara pada konferensi Kondisi Umum Angka Kelahiran tentang Penurunan Angka Kelahiran, di Italia, Roma, Italia, Jumat (10/5).

ROMA - Pemimpin Gereja Katolik Seluruh Dunia, Paus Fransiskus, pada Jumat (10/5), mengatakan negara-negara harus menerapkan kebijakan serius dan efektif yang berpihak pada keluarga guna mengatasi masalah penurunan angka kelahiran dan populasi menua, sambil mendesak kaum muda untuk memiliki kepercayaan diri terhadap masa depan.

Dikutip dari The Straits Times, berbicara pada konferensi mengenai krisis demografi yang semakin meningkat, Paus Fransiskus mengatakan jumlah kelahiran adalah indikator pertama dari "harapan suatu masyarakat", dan Eropa semakin berubah menjadi benua "yang tua, lelah dan pasrah".

"Kebijakan yang efektif sangat dibutuhkan, pilihan yang berani, konkret dan berjangka panjang. Diperlukan komitmen yang lebih besar dari semua pemerintah agar generasi muda ditempatkan pada posisi untuk mewujudkan impian sah mereka," kata Paus.

Tingkat kesuburan Eropa terjebak pada angka 1,5 kelahiran per perempuan selama satu dekade terakhir. Angka tersebut berada di atas angka terendah yang tercatat di Asia Timur, namun masih jauh dari angka 2,1 yang dibutuhkan untuk mempertahankan tingkat populasi.

"Ada fakta yang dikatakan oleh seorang ahli demografi kepada saya. Saat ini, investasi yang memberikan pendapatan terbesar adalah pabrik senjata dan alat kontrasepsi. Yang satu menghancurkan kehidupan, yang lain menghalangi kehidupan. Masa depan apa yang kita miliki? Ini buruk," ungkapnya.

Rekor Terendah

Menurut lembaga statistik nasional Istituto Nazionale di Statistica (Istat), pada bulan Maret, angka kelahiran di Italia turun ke rekor terendah pada tahun 2023, penurunan tahunan ke-15 berturut-turut. Pemerintah berturut-turut sejauh ini tidak mampu membalikkan tren ini, meskipun telah berulang kali berjanji.

"Rumah-rumah dipenuhi benda-benda dan kosong dari anak-anak, menjadi tempat yang sangat menyedihkan. Tidak ada kekurangan anjing kecil, kucing. Ini bukan kekurangan. Ada kekurangan anak-anak," kata Paus.

Paus mengatakan kebijakan harus memungkinkan para ibu untuk tidak harus memilih antara bekerja atau mengasuh anak, dan memberikan pasangan muda pekerjaan yang stabil dan kemungkinan untuk membeli rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

16 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.