Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Gunungkidul Kampanyekan Konsumsi Protein Hewani untuk Cegah Stunting

📅 Jumat, 10 Mei 2024, 01:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Gunungkidul Kampanyekan Konsumsi Protein Hewani untuk Cegah Stunting Doc: ANTARA/HO-Dokumen Dinkes Gunungkidul
Ket. Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto.

Gunungkidul - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengkampanyekan konsumsi protein hewani dalam makanan pendamping air susu ibu untuk mempercepat penanggulangan stunting di wilayah itu.

"Pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP ASI) bersumber protein hewani diharapkan penurunan stunting di Kabupaten Gunungkidul bisa lebih sukses dan angka stunting bisa lebih turun lagi," kata Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto di Gunungkidul, Kamis.

Ia mengatakan, pencegahan stunting dimulai dari usia remaja, calon pengantin, ibu hamil dan pada usia balita terutama pada MP ASI-nya.

Implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gunungkidul dengan menggalakkan seluruh masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat melalui gerakan konsumsi protein hewani khususnya kelompok usia 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

"Mari dukung ibu dalam keberhasilan menyusui eksklusif dan memperkaya protein hewani dalam MP ASI dan konvergensi intervensi spesifik dan sensitif dalam penurunan stunting," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono mengatakan dari data balita stunting hasil pemantauan status gizi pada 2023, di Kabupaten Gunungkidul tercatat sekitar 4.310 balita mengalami stunting atau sekitar 15,25 persen dari sekitar 28.260 balita yang diukur tumbuh kembangnya.

Sementara targetbaselinedalam RPJMD 2021-2026 disebutkan bahwa daribaselinedata 2020 sebesar 17,43 persen, 2022 sebesar 15,5 persen, dan 2023 sebesar 15,2 persen, dan diharapkan untuk 2024 14,9 persen, 2025 14,6 persen dan di 2026 diharapkan angka stunting di Gunungkidul mencapai 14 persen.

Sementara dari hasil Survei Kesehatan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dari tahun 2021 dengan SSGI persentase balita stunting di kabupaten Gunungkidul sebesar 20,6 persen. Pada 2022 persentase stunting hasil SSGI naik menjadi 23,6 persen dan pada 2023 dengan dilakukannya Survei Kesehatan Indonesia (SKI) prosentase balita stunting di Gunungkidul menurun menjadi 22,2 persen.

"Sementara dari hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan oleh tenaga gizi di puskesmas pada 2022 menunjukkan angka 15, 42 persen atau sekitar 4.574 balita, sedangkan untuk 2023 menurun menjadi 4.310 balita atau sekitar 15.25 persen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.