Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim U-23 Mesti Bermain Kolektif

📅 Kamis, 09 Mei 2024, 13:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tim U-23 Mesti Bermain Kolektif Doc: istimewa
Ket. tim U-23

JAKARTA - Malam ini banyak ditunggu jutaan pecint sepak bola tanah air. Malam ini akan menjadi sejarah kembalinya tim sepak bola Indonesia ke Olimpiade atau kembali gagal. Indonesia akan berlaga di play-off melawan Guinea di Paris, Kamis (9/5) malam WIB.

Pengamat sepak bola Mohammad Kusnaeni mengatakan Timnas Indonesia U-23 atau Garuda Muda harus bermain secara kolektif. Perlu memperbanyak permainan secara kolektif untuk mendominasi laga saat menghadapi timnas Guinea U-23.

"Penting sekali menekankan permainan kolektif Garuda Muda. Kurangi permainan individual karena itu akan memudahkan Guinea meredam serangan kita," ujar pengamat yang akrab disapa Bung Kus ketika dihubungi melalui saluran telepon di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan, calon lawan Garuda Muda, Guinea, sebetulnya tidak istimewa secara permainan karena belum terlihat organisasi permainan yang rapih serta kerja sama tim yang tidak begitu apik dari Guinea.

Namun, secara individual, beberapa pemain Guinea memiliki kualitas yang cukup bagus. Selain itu, mereka juga kuat secara fisik dan rata-rata lebih jangkung dibandingkan dengan pemain Garuda Muda.

Kusnaeni mengatakan, para pemain Guinea akan mengandalkan keterampilan individu untuk membongkar pertahanan Garuda Muda. Mereka akan memaksa duel satu lawan satu dan berani menembak dari posisi yang mungkin belum terlalu ideal.

Untuk itu, kata dia, anak asuh pelatih Shin Tae-yong harus bermain dengan mengandalkan kolektivitas dan kerja sama tim. "Perbanyak permainan kolektif. Kerja sama satu-dua sentuhan dan kombinasi di sepertiga akhir pertahanan lawan," ujarnya.

Menurutnya, permainan kolektif Marselino Ferdinan dan kawan-kawan sudah teruji dan membuat kewalahan lawan-lawan yang cukup kuat di Piala Asia U-23 di Qatar. Lebih lanjut, Kusnaeni mengatakan, selain kolektivitas, penyelesaian akhir juga masih menjadi masalah klasik yang harus dibenahi. "Soalfinishingini memang tidak hanya di kelompok umur tapi juga di level senior," ujarnya.

Permainan cepat dan kombinasi satu-dua, kata dia, akan cukup efektif membongkar pertahanan lawan sehingga tinggal bagaimana penyelesaian akhir para punggawa Garuda Muda.

Beberapa pemain sering bermain individual. Marselino Ferdinan harus mengurangi individualistiknya agar tidak merugikan tim. Sebab dalam beberapa laga, banyak peluang hilang karena dia memaksakan menembak langsung ke gawang, meski posisinya sangat sulit. Di sisi lain pemain lain sudah menunggu umpan. Jadi banyak peluang terbuang sia-sia.

Garuda Muda akan bertanding melawan wakil dari Afrika Guine untuk memperebutkan tiket berkompetisi pada Olimpiade Paris 2024 melalui lagaplay-offdi Clairefontaine, Prancis, pada Kamis (9/5) pukul 20.00 WIB

Guinea adalah tim peringkat 4 Piala Afrika U-23 2023. Berdasarkan rangking FIFA yang dirilis pada April 2024, Guinea menempati peringkat ke-76 dengan 1.324,65 poin, sedangkan Indonesia berperingkat 134 dengan mengemas 1102,7 poin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.