Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Amnesty: Serangan Militer Somalia dengan Drone Turki Tewaskan Warga Sipil

📅 Selasa, 07 Mei 2024, 08:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Amnesty: Serangan Militer Somalia dengan Drone Turki Tewaskan Warga Sipil Doc: Ripples Nigeria
Ket. Warga Somalia di antara puing-puing bekas serangan udara pada 2019.

NAIROBI - Serangan udara yang dilakukan militer Somalia dengan menggunakan drone Turki menewaskan 23 warga sipil, termasuk 14 anak-anak, pada bulan Maret, kata pengawas hak asasi manusia Amnesty International pada hari Selasa (7/5). Kelompok ini menyerukan penyelidikan terhadap kemungkinan "kejahatan perang".

Negara rapuh di Tanduk Afrika yang telah memerangi pemberontakan kelompok Islam selama lebih dari 16 tahun, memiliki sejarah kerja sama pertahanan dengan Turki, tuan rumah pangkalan militer dan fasilitas pelatihan terbesar di luar negeri.

Dugaan serangan pada 18 Maret menghantam sebuah peternakan dekat desa Bagdad di wilayah selatan Shabelle Bawah, menewaskan hampir dua lusin orang dan melukai 17 lainnya, sebagian besar anak-anak, kata kelompok hak asasi manusia.

Warga mengatakan kepada Amnesty bahwa "serangan pesawat tak berawak itu terjadi setelah pertempuran sengit di darat" antara kelompok jihadis Al-Shabaab dan pasukan keamanan Somalia, kata badan pengawas tersebut.

Penyelidik mewawancarai 12 orang, termasuk korban, kerabat dan saksi mereka, dan menganalisis citra satelit dan foto pecahan senjata untuk mengetahui penggunaan bom buatan Turki dan drone TB-2.

Mohamed Ali Deerey, yang kehilangan adik laki-lakinya dan keponakannya yang berusia sembilan tahun dalam serangan itu, mengatakan kepada Amnesty, dia bergegas ke peternakan setelah mendengar ledakan pertama, tepat sebelum serangan kedua merenggut nyawa banyak orang.

"Adegannya kacau. Ada jeritan, darah, dan mayat berserakan," ujarnya.

"Ini tidak manusiawi. Ini pembantaian."

Amnesty mengatakan kelima keluarga yang terkena dampak serangan itu adalah anggota "klan Gorgaarte yang terpinggirkan".

"Di Somalia, warga sipil sering menanggung penderitaan akibat perang. Kematian yang mengerikan ini tidak boleh diabaikan," kata Tigere Chagutah, direktur regional Amnesty untuk Afrika Timur dan Selatan.

"Pemerintah Somalia dan Turki harus menyelidiki serangan mematikan ini sebagai kejahatan perang, dan mengakhiri serangan sembrono terhadap warga sipil."

Kesepakatan Pertahanan

Pemerintah Somalia mengatakan telah melakukan operasi yang menargetkan Al-Shabaab di wilayah yang sama, namun tidak menyebutkan adanya korban warga sipil.

"Lebih dari 30 (militan) tewas dalam operasi yang dilakukan bersama oleh angkatan bersenjata nasional Somalia dan mitra internasional," kata Kementerian Penerangan dalam sebuah pernyataan pada 19 Maret.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.