Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Tak Jadi Ibu Kota Negara, Jakarta Fokus Pembangunan Lingkungan Hidup

📅 Senin, 06 Mei 2024, 14:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah Tak Jadi Ibu Kota Negara, Jakarta Fokus Pembangunan Lingkungan Hidup Doc: ANTARA/HO-Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
Ket. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto saat pertemuan dengan para pemangku kepentingan untuk merumuskan upaya antisipasi potensi penurunan kualitas udara, Jumat (3/5/2024).

JAKARTA - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengungkapkan bahwa fokus pembangunan Jakarta lima tahun ke depan salah satunya adalah lingkungan hidup.Hal tersebut sebagaimana tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi DKI Jakarta.

"Prioritas pembangunan di Jakarta lima tahun ke depan, tujuh prioritasnya ada di bidang pembangunan lingkungan hidup," kata Asep di Jakarta, Senin (6/5).

Asep menyebutkan, setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara, Jakarta memiliki tantangan besar dalam mengelola lingkungan hidup.

"Dengan ditarik dan dihilangkannya status ibu kota dari Jakarta, maka tuntutan Jakarta menjadi kota mandiri Itu semakin kuat. Jakarta harus mampu membiayai semua kebutuhan perencanaannya secara mandiri," ujar Asep.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam pembangunan lingkungan hidup Jakarta, yakni kesigapan dalam menghadapi penurunan kualitas udara saat memasuki musim kemarau.

Terkait hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI telah mengumpulkan para pemangku kepentingan untuk merumuskan upaya antisipasi potensi penurunan kualitas udara pada Jumat (3/5).

Dalam kesempatan tersebut, hadir dari berbagai unsur mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov DKI, pemangku kepentingan dari pemerintah pusat seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selain itu Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta organisasi masyarakat sipil hingga akademisi.

Hal ini mengingatkan isu polusi udara menjadi fokus Pemprov DKI Jakarta sejak dua tahun ke belakang.

"Sekarang benar-benar serius, Jakarta sangat fokusterhadap pengendalian pencemaran udara, khususnya masalah polusi. Isu lingkungan hidup memang menjadi Isu global," kataAsep.

Hal tersebut sudah tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 576 Tahun 2023 tentang Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang mencantumkan peta jalan (road map) isu penyelesaian masalah udara di Jakarta hingga 2030.

Adapun Kualitas udara di Jakarta pada Senin siang ini tidak sehat bagi kelompok sensitif dan menduduki urutan lima besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 11.50 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di urutan ke-5 dengan angka 138 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 50,8 mikrogram per meter kubik.

Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.