Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Lebak Dipercepat

📅 Kamis, 02 Mei 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Lebak Dipercepat Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Penjabat Bupati Lebak Iwan Kurniawan.

Rangkasbitung - Pemerintah Kabupaten Lebak mempercepat penanganan stunting atau kekerdilan, inflasi dan kemiskinan ekstrem berkolaborasi dengan instansi terkait.

Penjabat Bupati Lebak Iwan Kurniawan di Rangkasbitung, Lebak, Rabu, mengatakan pemerintah daerah telah menyusun beberapa strategi untuk menurunkan angkastunting, mengendalikan inflasi dan penghapusan kemiskinan ekstrem berkolaborasi dengan instansi terkait.

Selama ini, percepatan penanggulangan stuntingjuga melibatkan instansi Dinas Kesehatan dan BKKBN.

Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin terhadap ibu hamil dan bayi, sementara BKKBN memberi perhatian terhadap akseptor KB dan pasangan usia subur (PUS).

Dinas Permukiman membangun rumah layak huni (RTLH) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sarana air bersih juga sanitasi yang memadai.

Selama ini, penyebab stunting di Lebak akibat RTLH juga penggunaan air dan sanitasi yang buruk dan tak layak, ujarnya.

Selain itu juga Dinas Sosial memberikan bantuan makanan yang bergizi bagi ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK) karena berisiko melahirkan anak stunting.

Begitu juga untuk penanganan inflasi dengan melibatkan instansi terkait, di antaranya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) dan Dinas Ketahanan Pangan untuk menggelar operasi pasar murah agar inflasi bisa terkendalikan.

"Sedangkan penanganan kemiskinan melibatkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) agar mereka bisa bekerja dan memiliki penghasilan ekonomi yang layak," katanya.

Begitu pula Dinas Pertanian dengan memberikan bantuan benih padi, hortikultura dan palawija serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan menyalurkan bantuan ternak kepada masyarakat miskin.

"Kita berkeyakinan dengan melibatkan semua pihakpravalensi stunting menurun, inflasi terkendali dan kemiskinan bisa nol persen," kata Pj Bupati.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak Hj Tuti Nurasiah mengatakan pihaknya mengapresiasi selama ini penanganan stunting berjalan dengan baik karena dilakukan secara berkolaborasi.

Saat ini, jumlah balitastuntingdi daerah ini menurun dari 4.518 menjadi 3.736 pada Desember 2023.

"Kami optimistis target penurunan 14 persen prevalensi stunting 2024 bisa terealisasi sesuai keinginan pemerintah pusat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.