Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kalimantan Selatan Kembangkan Wisata Bambu dan Objek Penelitian

📅 Kamis, 02 Mei 2024, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kalimantan Selatan Kembangkan Wisata Bambu dan Objek Penelitian Doc: ANTARA/HO-MC Kalsel
Ket. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Fathimatuzzahra saat berkunjung ke objek wisata bambu yang ada di Desa Sanankerto Kecamatan Turen Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur (Jatim) beberapa waktu lalu.

Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai mengembangkan wisata bambu di objek wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kabupaten Banjar.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Rabu, Kalsel ingin meniru objek wisata bambu yang ada di Desa Sanankerto Kecamatan Turen Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur (Jatim).

"Kami sudah mengunjungi Desa Sanankerto tersebut untuk studi tiru pengembangan objek wisata bambu ini," ujarnya.

Diketahui, ungkap dia, di Desa Sanankerto terdapat 115 jenis bambu dan ada juga arboretum bambu yang dapat dijadikan objek penelitian dan edukasi mengenai jenis-jenis bambu.

"Dari hasil studi tiru ini kami akan mengembangkan potensi bambu salah satunya dengan menambah koleksi bambu pada arboretum yang berada di Tahura Sultan Adam yang menjadi salah satu destinasi wisata sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah," ujarnya.

Fathimatuzzahra menyebutkan, Provinsi Kalsel mempunyai potensi yang besar dalam pengembangan bambu dan terdapat kurang lebih 2.000 hektare lokasi yang dapat dikembangkan menjadi bambu, seperti di kawasan Tahura Sultan Adam dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai di Loksado.

Diutarakan dia, keberadaan bambu sendiri dapat menambah pontensi-potensi sumber air karena dapat menjaga sistem hidrologis sebagai pengikat air dan tanah serta meningkatkan volume air.

Dijelaskan dia, tanaman bambu yang rapat dapat mengikat tanah pada daerah lereng yang berfungsi mengurangi erosi, sedimentasi dan longsor.

"Tanaman bambu juga mampu menyerap air hujan yang cukup besar melalui mekanisme intersepsi sehingga kemungkinan terjadinya aliran langsung dan erosi di atas permukaan lahan dengan dominasi bambu menjadi kecil," demikian katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Olahraga
Marquez Rebut Sprint MotoGP...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.