Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berpotensi Melemah Lanjutan

📅 Kamis, 02 Mei 2024, 08:02 WIB | Oleh:
Berpotensi Melemah Lanjutan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, hari ini (2/5), berpotensi kembali melanjutkan pelemahannya dari perdagangan menjelang libur Hari Buruh. Pergerakan rupiah bakal dipengaruhi sentimen kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat pasca libur hari buruh, rupiah bakal bergerak sesuai dengan hasil rapat dewan kebijakan the Fed atau Federal Open Meeting Committee (FOMC). Menurutnya, the Fed akan memberikan sinyal hawkish.

Karenanya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (2/5), bergerak melemah di kisaran 16.250-16.400 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan, Selasa (30/4), melemah 4 poin atau 0,02 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.259 rupiah per dollar AS.

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dipengaruhi sikap para investor yang menunggu hasil pertemuan FOMC pada pekan ini.

"Indeks dollar naik sekitar 0,3 persen di perdagangan Asia, karena investor bersiap untuk pertemuan Fed (FOMC). Kekhawatiran akan suku bunga AS yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama menempatkan dollar pada jalur kenaikan 1,3 persen di bulan April," katanya dalam keterangan resmi, Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.