Investor Vietnam Minati Pengembangan BBL di Indonesia
📅 Selasa, 30 Apr 2024, 10:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan, hingga kini sudah ada lima perusahaan asal Vietnam yang sudah berbadan hukum Indonesia (joint venture) tertarik berinvestasi benih bening lobster.
"Yang pasti dari Vietnam ada lima perusahaan," ujar Trenggono dalam jumpa pers yang digelar di Jakarta, Senin (29/4).
Dia menuturkan, perusahaan-perusahaan itu tengah menyiapkan budi daya lobster di Jembrana, Bali sebagai syarat utama untuk memanfaatkan BBL di Indonesia.
"Kenapa di situ, jadi berdasarkan riset mereka mungkin karena arus dan sebagainya yang lebih cocok. Jadi budi daya tidak bisa diploting di sembarang tempat, mereka harus melakukan riset supaya tingkat keberhasilannya tinggi," jelasnya.
Sementara soal patokan harga benih bening lobster (BBL), KKP mengusulkan harga patokan terendah BBL yang bakal dimanfaatkan dalam kerja sama dengan negara Vietnam sebesar 8.500 rupiah per ekor.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau harga patokan teknis ya di pak Dirjen sudah melakukan itu semua, tentu melalui sosialisasi publik harga patokan di angka minimal 8.500 rupiah/ekor. Jadi kalau misalnya lebih dari itu ya tidak apa-apa, bagus," ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah Indonesia melalui Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono telah menandatangani dokumen kerja sama dengan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Mr. Le Minh Hoan di Istana Kepresidenan Vietnam di Kota Hanoi pada 12 Januati lalu.
Sektor Hilirisasi
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Trenggono menerangkan, lingkup kerja sama mencakup banyak lini dari sektor hulu hingga hilir. Di antaranya pembangunan perikanan tangkap dan budi daya berkelanjutan, penjaminan kualitas dan keamanan produk perikanan, investasi, hingga pengolahan, promosi, dan perdagangan produk perikanan.
Kerja sama dengan Vietnam termasuk pada perlawanan terhadap praktik illegal, unreported, unregulated fishing, pertukaran informasi data perikanan, transfer teknologi dan pertukaran ahli, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!