Terkait Kasus 1MDB, 4 Mobil Mewah Bugatti Disita di Jerman
📅 Senin, 29 Apr 2024, 14:15 WIB | Oleh: Tim PenulisMiliaran dollar diduga dicuri dari dana tersebut oleh sejumlah orang dan digunakan untuk membeli barang-barang mulai dari karya seni hingga superyacht.
Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak pada tahun 2022 dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena pelanggaran terkait penyalahgunaan uang publik. Pada Februari tahun ini, hukumannya dikurangi setengahnya menjadi enam tahun.
Najib telah menjalani hukuman di Penjara Kajang setelah Pengadilan Federal menguatkan hukumannya atas pelanggaran pidana atas kepercayaan, penyalahgunaan kekuasaan, dan pencucian uang atas penyelewengan dana SRC Internasional. SRC International adalah bekas anak perusahaan 1MDB. Dia akan dibebaskan pada Agustus 2028.
Namun dengan pembebasan bersyarat karena berperilaku baik, dia bisa keluar pada Agustus 2026 setelah menjalani dua pertiga masa hukuman penjara barunya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Najib, yang menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 2009 hingga 2018 dan merupakan perdana menteri pertama yang dipenjara, masih menghadapi dakwaan korupsi dalam tiga kasus terpisah.
Dia harus menunggu hingga 5 Juni untuk mengetahui apakah dia dapat melanjutkan upayanya menjalani sisa hukumannya sebagai tahanan rumah.
Dua pria yang dituduh menggelapkan 1,8 miliar dollar AS dari 1MDB saat ini diadili di Swiss.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala eksekutif PetroSaudi Tarek Obaid dan direktur perusahaan eksplorasi dan produksi minyak Saudi Patrick Mahony dituduh menghamburkan hasil rampasan mereka untuk membeli batu mulia, jet pribadi, kapal pesiar sewaan, dan properti di London dan Jenewa.
Jaksa Alice de Chambrier menuduh mereka melakukan "aktivitas kriminal dan kegigihan yang luar biasa" selama 10 tahun antara tahun 2009 dan 2019, jika dugaan tindakan penyembunyian disertakan.
Dia menuntut hukuman 10 tahun untuk Obaid dan sembilan tahun untuk tangan kanannya.
Obaid adalah warga negara ganda Swiss-Saudi, sedangkan Mahony adalah warga negara Swiss-Inggris.
Kasus yang disidangkan oleh tiga hakim ini dibuka pada 2 April dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir bulan ini meskipun putusannya bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!