Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PAPDI Imbau Masyarakat Dapatkan Imunisasi Sepanjang Umur

📅 Senin, 29 Apr 2024, 23:13 WIB | Oleh:
PAPDI Imbau Masyarakat Dapatkan Imunisasi Sepanjang Umur Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Penasihat Satgas Imunisasi PAPDI Prof DR Dr Samsuridjal Djauzi, SpPD-KAI, FINASIM (kedua dari kanan) berswafoto bersama narasumber lainnya dalam diskusi media di Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengimbau masyarakat segala umur dari bayi hingga lanjut usia untuk mendapatkan imunisasi guna memberikan perlindungan bagi kesehatannya.

"Berkembang konsep yang namanya imunisasi sepanjang umur. Jadi tidak fokus pada anak atau dewasa, tapi sepanjang umur," kata Penasihat Satuan Tugas (Satgas) Vaksin Dewasa PAPDI Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp.PD-KAI di Jakarta, Senin.

Samsuridjal menjelaskan, sejalan dengan perkembangan ilmu kesehatan di dunia, khususnya di bidang imunisasi terdapat perubahan fokus di mana imunisasi atau vaksinasi tidak hanya diperuntukkan kepada bayi dan anak-anak, tetapi juga pada orang dewasa.



Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menilai bahwa vaksinasi pada dewasa memiliki manfaat yang sama seperti halnya pada anak-anak.

Adapun vaksinasi dewasa merupakan vaksinasi lanjutan dari vaksinasi anak-anak, dengan beberapa tambahan vaksin tertentu.

Ia memberikan contoh, kasus kejadian radang paru-paru (pneumonia) pada anak di bawah 5 tahun cukup tinggi dengan angka kematian yang relatif tinggi, sementara angka kejadian pneumonia pada usia di atas 50 tahun sangat tinggi dengan angka kematian sangat tinggi.

Oleh karena itu, perlindungan dari risiko pneumonia melalui vaksinasi akan memberikan manfaat yang besar.

Lebih lanjut Samsuridjal menyampaikan, seseorang berusia minimal 44 tahun paling tidak telah mendapatkan vaksinasi influenza satu tahun sekali, pneumonia satu kali seumur hidup, dan imunisasi tetanus, difteri, pertusis 10 tahun sekali.

"Setiap orang, umur berapapun dia maka harus menanyakan pada dirinya sendiri terkait vaksin apa yang perlu didapatkan dan apakah sudah mendapatkannya," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Vaksin Dewasa PAPDI Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM menyampaikan bahwa imunisasi merupakan langkah pencegahan penyakit paling tepat dibandingkan pengobatan penyakit itu sendiri.

Pada penyakit pneumonia, terdapat risiko resistensi antibiotik di mana bakteri, virus, jamur maupun parasit tidak mampu dimatikan oleh antibiotik.

Tidak hanya itu, biaya pengobatan suatu penyakit seringkali lebih mahal ketimbang biaya untuk mendapatkan imunisasi.

"Banyak publikasi yang berhubungan dengan hitung-hitungan biaya vaksin yang kita beli dibandingkan pengobatan kalau sakit, itu biayanya jauh lebih besar kalau seseorang menderita sakit," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.