Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Museum Benteng Vredeburg Segera Tampil dengan Wajah Baru

📅 Senin, 29 Apr 2024, 15:23 WIB | Oleh:
Museum Benteng Vredeburg Segera Tampil dengan Wajah Baru Doc: Koran-Jakarta/Dok. Indonesia Heritage Agency
Ket. Salah satu bagian dari jagang atau bekas parit Benteng Vredeburg sedang dilakukan pembangunan Air Mancur Menari atau Dancing Fountain pada Sabtu (27/4). Pembangunan ini merupakan bagian dari revitalisasi Museum Benteng Vredeburg yang dilakukan oleh Indonesia Heritage Agency (IHA).

YOGYAKARTA - Benteng Vredeburg merupakan peninggalan kolonial tertua yang ada di Yogyakarta. Pembangunannya bertujuan untuk mengontrol Kesultanan sebagai kerajaan baru pasca disetujuinya Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 yang melibatkan melibatkan VOC dan perwakilan dari Mataram Islam yaitu Pakubuwana III dan Pangeran Mangkubumi.

Proses pembangunan Benteng Vredeburg memakan waktu yang panjang dimulai dari 1760 berupa benteng sederhana berbentuk bujur sangkar. Selanjutnya, pada 1765 dibuat lebih permanen agar lebih menjamin keamanan atas persetujuan Sultan dengan nama Rustenburg artinya 'Benteng Peristirahatan'.

Gempa dahsyat di Yogyakarta pada 1867 merobohkan beberapa bangunan besar seperti Gedung Residen (yang dibangun tahun 1824), Tugu Pal Putih, termasuk Benteng Rustenburg. Bersama bangunan yang lain benteng ini dibangun kembali dengan nama Vredeburg yang berarti 'Benteng Perdamaian'. Nama ini diambil karena antara Kesultanan Yogyakarta dengan pihak Belanda yang tidak saling menyerang ketika itu.

Kini benteng Vredeburg berstatus sebagai cagar budaya dengan nama Museum Benteng Vredeburg. Dikelola di bawah Indonesian Heritage Agency (IHA), Benteng Vredeburg kini sedang dalam tahap revitalisasi dengan biaya Rp50 miliar. Proses ini rencananya akan selesai dan diresmikan pada 16 Mei 2024.

Ketua Tim Komunikasi dan Kemitraan Museum dan Cagar Budaya, Valentina Beatrix menuturkan IHA sebagai badan layanan umum museum dan cagar budaya di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Museum Benteng Vredeburg merupakan museum unggulan.

"Kami saat ini bertanggung jawab atas pengelolaan 18 museum dan galeri serta 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia. Salah satu unggulan dari 18 museum tersebut adalah Museum Vredeburg. Potensinya sangat luar biasa dan dikenal sampai luar negeri," katanya di Yogyakarta, Sabtu (27/4).

Sementara itu, Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency (IHA), Ahmad Mahendra melalui siaran pers menjelaskan, revitalisasi Museum Benteng Vredeburg sebagai bagian dari komitmen IHA untuk mengoptimalkan standar pelayanan dan pengelolaan museum yang profesional. Sejumlah proyek revitalisasi yang bertujuan memperbaiki fasilitas serta meningkatkan pengalaman pengunjung.

"Dengan mengedepankan konsep reimajinasi museum, IHA berkomitmen untuk mengubah persepsi dan fungsi tradisional museum, menjadikannya ruang komunal yang dinamis guna mendorong interaksi antara pengunjung dengan museum itu sendiri," ujar dia.

Dalam revitalisasi, IHA mengadopsi pendekatan revolusioner, menekankan konsep reimajinasi untuk mengubah persepsi dan fungsi tradisional museum dan situs cagar budaya. Dengan strategi yang mencakup reprogramming, redesigning, dan reinvigorating, inisiatif ini tidak hanya memprioritaskan peran museum dalam masyarakat, tapi juga meningkatkan interaksi pengunjung dengan warisan budaya melalui penelitian, program pendidikan, dan pengalaman yang lebih interaktif dan menarik.

Proyek revitalisasi Museum Benteng Vredeburg yang dilakukan antara lain perbaikan kerusakan serta pemeliharaan bangunan yang mencakup perbaikan jalur dalam, termasuk sarana dan prasarana publik seperti toilet, mushala dan pembenahan lingkungan dalam. Pembenahan signage untuk memudahkan pengunjung menemukan kebutuhannya.

"Kemudian Pembenahan Ruang Diorama 1, 2, 3, dan 4 juga dilakukan. Pembenahan lanskap dan area lingkungan Museum Benteng Vredeburg antara lain area lahan parkir, jalur plaza pintu masuk sisi barat, area ticketing, area edupark, area pagar jagang, pembuatan Taman Patriot serta pembenahan area Bastion," terangnya.

Ahmad mengatakan, proses revitalisasi Museum Benteng Vredeburg dilakukan secara transparan, melibatkan berbagai pihak terkait dan memperhatikan kebutuhan serta aspirasi masyarakat. Diharapkan tempat ini bukan hanya sekadar tempat menyimpan 7.000 benda peninggalan bersejarah bangsa Indonesia, tetapi juga sebuah institusi yang berperan dalam pelestarian sejarah dan identitas nasional.

"Dengan menggali lebih dalam makna dari transformasi ini, kami berharap dapat memperkuat apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian sejarah dalam menjaga identitas nasional. Kami percaya melalui partisipasi publik, kita dapat menciptakan museum yang lebih inklusif dan relevan bagi masyarakat modern," ucap Ahmad Mahendra.

Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, M. Rosyid Ridlo menjelaskan, proses transformasi museum ini bukan hanya untuk perbaikan fisik, namun pihaknya juga mengupayakan untuk memperkuat peran museum sebagai pusat kebudayaan yang dinamis, inklusif dan menarik. Museum ini diharapkan menjadi tempat mempromosikan apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia serta kesadaran akan pentingnya pelestarian sejarah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.