Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menanti Petunjuk Baru The Fed

📅 Senin, 29 Apr 2024, 10:22 WIB | Oleh:
Menanti Petunjuk Baru The Fed Doc: istimewa

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif, hari ini (29/4). Pekan ini, pelaku pasar tertuju menantikan pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed dan rilis data kinerja manufaktur Tiongkok serta rilis data inflasi dalam negeri.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menilai, IHSG bisa mendapat sentimen dari data National Bureau of Statistics (NBS) Manufacturing PMI Tiongkok pada April yang akan rilis pada 30 April mendatang.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/4) sore, ditutup melemah di tengah penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup melemah 94,31 poin atau 1,32 persen ke posisi 7.060,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 7,86 poin atau 19,77 persen ke posisi 903,72.

"Dari sisi domestik, belum ada data makro ekonomi yang memberikan dampak tinggi terhadap pasar," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mengalami surplus sebesar 8,1 triliun rupiah hingga Maret 2024.

"Posisi APBN kita masih surplus 8,1 triliun rupiah atau 0,04 persen terhadap produk domestik bruto (PDB)," kata Sri Mulyani.

Kementerian Keuangan telah mengumpulkan penerimaan negara sebesar 620,01 triliun rupiah atau setara dengan 22,1 persen dari target sebesar 2.802,3 triliun rupiah.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor terkoreksi yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang minus 2,80 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor barang baku yang masing-masing turun sebesar 2,25 persen dan 2,01 persen.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.094.463 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,76 miliar lembar saham senilai 14,14 triliun rupiah. Sebanyak 153 saham naik, 422 saham turun, dan 203 tidak bergerak nilainya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kerugian Besar Bangsa, Ruma...
Daerah
NTT Terus Diguncang Gempa S...

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
UMKM Tegal Punya Harapan Ba...
Olahraga
Awal yang Baik bagi Madrid ...

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Program-program Unggulan Go...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Pemkot Buka Bandung Great Sale 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.