Sistem Tambak Udang Tradisional Plus Ramah Lingkungan
📅 Jumat, 26 Apr 2024, 08:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) berkolaborasi dengan eFishery dan UNIDO, meluncurkan proyek percontohan budi daya udang tradisional plus.
Unit kepanjangan BPPSDM KP yakni Balai Riset Perikanan Budi daya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros, Sulawesi Selatan menyebut kegiatan percontohan budi daya udang tradisional plus dilakukan di instalasi tambak Silvofishery Marana, Maros yang telah ditetapkan sebagai Smart Fisheries Village (SFV) berbasis Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dikembangkan BPPSDM KP melalui unit kerja BRPBAP3 Maros.
"Dalam kegiatan percontohan budi daya udang tradisional plus, BRPBAP3 Maros menyediakan tambak tradisional seluas 2 hektare," ujar Kepala BRPBAP3 Maros A. Indra Jaya Asaad dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (25/4).
Pengembangan tambak udang tradisional plus, lanjutnya, dinilai lebih berkelanjutan secara lingkungan karena tidak mengonversi lahan produktif, mampu mempertahankan area bakau, rendah jejak karbon, serta lebih ramah lingkungan.
Sementara itu Vice President Publik Affair Efishery Muhammad Chairil menuturkan, program ini merupakan langkah awal melaksanakan budi daya udang dengan teknologi yang dikembangkan oleh eFishery dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah dibuat oleh UNIDO.
Sebaiknya Anda baca juga:
The Global Quality and Standards Programme (GQSP) UNIDO Indonesia Boedi Juliati mengatakan, saat ini UNIDO telah mengembangkan SOP budi daya udang tradisional plus yang dapat diaplikasikan di instalasi tambak Silvofishery Marana.
Prosedur operasional budidaya udang tradisional plus digunakan sebagai acuan untuk kegiatan budidaya pembesaran udang vaname secara tradisional plus, yang dimulai dari persiapan tambak, persiapan dan manajemen kualitas air, penebaran benur, pembesaran udang, manajemen pakan, dan pelaksanaan panen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!