Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Jadikan Pengendalian AMR RSUD Tulungagung Percontohan Nasional

📅 Jumat, 26 Apr 2024, 13:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Jadikan Pengendalian AMR RSUD Tulungagung Percontohan Nasional Doc: ANTARA/HO - Humas RSUD dr Iskak Tulungagung
Ket. Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Irna Lidiawati (kiri) saat berkunjung ke fasilitas pengendalian AMR di RSUD dr. Iskak Tulungagung, Kamis (25/4/2024).

TULUNGAGUNG - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengapresiasi sistem pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR) di RSUD dr Iskak Tulungagung dan menjadikannya sebagai percontohan nasional.

"Pengendalian AMR di RSUD dr Iskak sudah sangat baik. Metode ini bisa direplikasi seluruh rumah sakit di Indonesia," kata Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Irna Lidiawati sehari usai berkunjung ke RSUD dr Iskak Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (26/4).

Pengendalian AMR di RSUD dr Iskaktelah berlangsung sejak 2017 sehingga manfaatnya dapat dirasakan pasien.

Ia mengatakan inovasi pengendalian AMRrumah sakit Pemkab Tulungagung yang sudah menjadi rujukan provinsi Jawa Timur itu bisa menjadi rujukan untuk diterapkan di rumah sakit - rumah sakit lain di seluruh Indonesia.

"Apabila dimasukkan dalam program nasional dengan target 100 persen, apa bisa dilaksanakan di rumah sakit di seluruh Indonesia? Jawabannya bisa," ucapnya.

Menurut Irna, ada beberapa proses saat tata guna antimikroba dapat dilakukan rumah sakit, walaupun tanpa alat atau mikrobiologinya. Dengan begitu, tentunya standar akreditasi rumah sakit dapat dilaksanakan.

Ia mengatakanakan menyebarkan apa yang adaRSUD dr Iskak ini ke rumah sakit lain. "Dan, apa saja nanti yang harus dilakukan oleh rumah sakit lain agar dapat melakukan pengendalian AMR seperti RSUD dr Iskak Tulungagung ini," katanya.

Plt Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung Kasil Rokhmad mengatakan pihaknya telah melaksanakan program pengendalian resistensi antimikroba ini sejak 2017. Pihaknyamenginduksi sistem pengendalian resistensi antimikroba yang telah dilakukan RSUD tersebut untuk diterapkan di seluruh rumah sakit secara nasional.

"Tidak banyak rumah sakit yang berhasil melaksanakan program ini. Maka dari itu, Kemenkes melihat ke sini untuk nantinya trik-trik pengendalian resistensi antimikroba di RSUD dr Iskak akan di-shareke rumah sakit lain di seluruh Indonesia," katanya.

Setiap pasien yang menderita penyakit infeksi, kata dia, akan diberikan obat antibiotik. Kemudian antibiotik yang baik harus sesuai dengan kuman yang ada. Artinya, kuman yang ditanam ini akan diuji dengan antibiotik yang sesuai.

"Kumannya itu harus ditanam dulu. Kuman itu makhluk hidup. Begitu masuk rumah sakit, kita periksa kumannya apa sih, habis itu kita uji dengan antibiotik yang sesuai. Ini waktunya butuh tiga hari hingga kita benar-benar memberikan antibiotik yang sesuai," ucapnya.

Tidak semua rumah sakit yang ketika ada pasien infeksi dapat melakukan kultur resistensi antimikroba. Namun, RSUD dr Iskak dapat melakukan pengendalian resistensi antimikroba kepada pasien yang menderita infeksi.

"Ketika kita memberikan antibiotik yang tepat, pasien itu tidak harus lama dirawat di rumah sakit. Ya karena pengendalian resistensi antimikroba itu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.