Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kehidupan Rakyat Makin Susah karena Inflasi Pangan dan Energi

📅 Jumat, 26 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kehidupan Rakyat Makin Susah karena Inflasi Pangan dan Energi Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Kehidupan rakyat semakin susah karena pendapatan mereka cenderung stagnan, bahkan para pekerja di sektor informal pendapatannya berkurang karena ekonomi lesu. Sementara inflasi terus merangkak karena tingginya kebergantungan pada komoditas impor terutama pangan dan energi.

Kondisi tersebut semakin parah karena tingkat kerawanan pangan di dunia makin meningkat sehingga harga komoditas bahan makanan dan energi pun melonjak karena diperebutkan oleh negara-negara importir.

Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, mengatakan kerawanan pangan global akan memicu inflasi terutama di negara-negara importir pangan seperti Indonesia.

Begitu pula dengan harga minyak dunia yang naik karena masalah geopolitik di negara-negara produsen minyak. Indonesia sebagai negara net importir minyak akan terdampak karena belum punya kemauan kuat untuk konversi ke energi baru terbarukan (EBT) yang potensinya di dalam negeri sangat besar.

"Kalau menaikkan bahan bakar minyak (BBM) maka inflasi akan melonjak. Sebaliknya, jika menahan harga BBM maka konsekuensinya subsidi energi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipastikan membengkak. Apalagi ada tambahan dari depresiasi rupiah yang mendorong kenaikan harga barang konsumsi yang diimpor," kata Aditya.

Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memperkirakan inflasi di akan berkisar 2,5-3,5 persen pada 2024 apabila pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), terutama pertalite.

"Hitung-hitungan kami, jika pemerintah tidak menaikkan harga pertalite maka laju inflasi 2024 akan mencapai 2,5-3,0 persen. Tetapi, jika menaikkan harga yang mereka atur atau adminetered price, terutama harga BBM khususnya pertalite, dan mungkin juga harga tarif dasar listrik, termasuk tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), maka inflasi mungkin akan bisa berada di kisaran 2,5-3,5 persen," kata Research Director of Macroeconomics CORE Indonesia, Akbar Susanto, di Jakarta, Kamis (25/4).

Kendati demikian, CORE Indonesia menganggap angka 3,5 persen masih relatif terkendali karena Bank Indonesia (BI) cenderung menetapkan target inflasi antara 3 persen plus minus 1.

Berdasarkan data historis, kenaikan inflasi bakal menurunkan konsumsi rumah tangga secara signifikan pada tiga bulan pertama, terutama ketika terjadi kenaikan drastis. Sesudah itu, angka inflasi secara perlahan akan mengalami penurunan hingga bulan ke-20.

"Kalau pemerintah menaikkan harga pertalite, maka nanti akan diikuti oleh kenaikan drastis dari harga-harga, dan konsekuensinya adalah konsumsi pada tiga bulan pertama akan turun. Sesudahnya, penurunan itu akan terus berlanjut meskipun pelan-pelan sampai bulan ke-20. Artinya, ini konsekuensi agak panjang," katanya.

Berdasarkan hitung-hitungan sederhana, dalam asumsi APBN 2024, pemerintah menetapkan harga BBM 82 dollar AS per barel. Apabila harga minyak internasional melambung tinggi di atas 82 dollar AS per barel, ada alasan dari pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

Prioritaskan Kecukupan Pangan

Beberapa waktu lalu, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, mengatakan tahun 2024 adalah tahun yang berat bagi perekonomian Indonesia sehingga pemerintah dipastikan akan mengetatkan fiskal dan bank sentral menaikkan suku bunga. Di sisi lain, 2024 adalah tahun politik di mana pengeluaran pemerintah pasti meningkat.

"Menurut saya, pemerintah harus fokus pada kecukupan pangan rakyat. Apa pun yang terjadi, jangan sampai rakyat kekurangan makan dan obat-obatan," kata Eugenia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.