Vaksin Baru Berbasis RNA Efektif untuk Semua Jenis Virus
📅 Rabu, 24 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: afp/ PIERRE-PHILIPPE MARCOU
Para ilmuwan telah mengembangkan vaksin serbaguna berbasis RNA yang efektif melawan berbagai jenis virus dan aman bagi bayi dan orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh. Hasilnya menunjukkan potensi signifikan untuk aplikasi vaksinasi universal.
Setiap tahun, para peneliti mencoba memprediksi empat jenis influenza yang paling mungkin umum terjadi pada musim flu mendatang. Setiap tahun, orang-orang mengantre untuk mendapatkan vaksin terbaru dengan harapan para peneliti memformulasikan vaksin tersebut dengan benar.
Hal yang sama juga berlaku pada vaksin Covid yang telah diformulasi ulang untuk menargetkan sub-varian dari jenis virus yang paling umum beredar di AS. Vaksin ini juga perlu diperbarui dengan booster untuk menjaga imunitas karena khasiatnya menurun setelah jangka waktu tertentu.
Kini para peneliti di University of California (UC) Riverside telah mengembangkan pendekatan vaksin baru menggunakan ribonucleic acid (RNA). Cara baru ini diklaim efektif melawan jenis virus apa pun dan dapat digunakan dengan aman bahkan oleh bayi atau orang dengan gangguan kekebalan tubuh.
Strategi baru tersebut akan menghilangkan kebutuhan untuk membuat semua jenis vaksin yang berbeda untuk jenis penyakit yang disebabkan oleh virus yang berbeda. Strategi ini bekerja dengan menargetkan bagian genom virus yang umum untuk semua jenis virus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pengujian pada tikus terkait dengan cara kerjanya, dan demonstrasi kemanjurannya pare peneliti menjelaskan dalam sebuah makalah yang diterbitkan hari ini di Proceedings of the National Academy of Sciences.
"Yang ingin saya tekankan tentang strategi vaksin ini adalah bahwa strategi ini bersifat luas," kata ahli virologi UCR dan penulis makalah, Rong Hai, dikutip dari laman resmi universitas tersebut. "Ini dapat diterapkan secara luas pada sejumlah virus, efektif terhadap varian virus apa pun, dan aman untuk spektrum orang yang luas. Ini bisa menjadi vaksin universal yang selama ini kami cari," imbuh dia.
Secara tradisional, vaksin mengandung versi virus hidup yang sudah mati atau sudah dimodifikasi. Sistem kekebalan tubuh mengenali protein dalam virus dan meningkatkan respons imun. Respons ini menghasilkan sel T yang menyerang virus dan menghentikan penyebarannya. Ini juga menghasilkan sel B "memori" yang melatih sistem kekebalan untuk melindungi dari serangan di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Vaksin baru ini juga menggunakan versi virus hidup yang telah dimodifikasi. Namun, vaksin ini tidak bergantung pada tubuh yang sudah divaksin yang memiliki respons imun tradisional atau protein aktif imun. Itulah sebabnya vaksin ini dapat digunakan oleh bayi yang sistem imunnya belum berkembang atau orang yang menderita penyakit yang membebani sistem imunnya secara berlebihan.
Sebaliknya, hal ini bergantung pada molekul RNA kecil yang membungkam.
Mekanisme dan Khasiat
Shouwei Ding, profesor mikrobiologi terkemuka di UCR, dan penulis utama makalah ini menyatakan bahwa host manusia, tikus, siapa pun yang terinfeksi akan menghasilkan RNA kecil yang mengganggu sebagai respons imun terhadap infeksi virus (RNAi/RNA interference). RNAi ini kemudian membunuh virus.
Alasan virus berhasil menyebabkan penyakit adalah karena mereka menghasilkan protein yang menghambat respons RNAi inang.
"Jika kita membuat virus mutan yang tidak dapat menghasilkan protein untuk menekan RNAi kita, kita dapat melemahkan virus tersebut. Ia dapat bereplikasi hingga tingkat tertentu, namun kemudian kalah melawan respons RNAi inangnya," ungkap Ding.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!