Korut Gelar Latihan Serangan Nuklir
📅 Rabu, 24 Apr 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/KCNA VIA KNS
SEOUL - Kantor beritaKCNApada Selasa (23/4) melaporkan bahwa pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, telah mengawasi latihan pemicu nuklir untuk pertama yang melibatkan simulasi serangan balik nuklir sebagai peringatan kepada musuh.
"Latihan tersebut dimaksudkan untuk memamerkan sistem manajemen pemicu nuklir Korut untuk pertama kalinya," laporKCNAseraya menambahkan bahwa latihan ini adalah sistem kendali gabungan negara tersebut untuk senjata nuklirnya.
Latihan itu berlangsung pada Senin (22/4), menurut laporan itu.
Militer Seoul sebelumnya mengumumkan bahwa Korut telah menembakkan beberapa misil balistik jarak pendek pada hari itu, dan Jepang juga mengkonfirmasi peluncuran tersebut.
"Kim Jong-un mengawasi latihan taktis gabungan yang menyimulasikan serangan balik nuklir dengan melibatkan pasukan artileri roket berukuran sangat besar," kata laporan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Roket-roket tersebut menghantam sasaran di sebuah pulau sekitar 352 kilometer jauhnya, lanjut laporan tersebut, dengan mengatakan bahwa Kim Jong-un telah menyatakan kepuasan besar atas hasilnya karena berhasil meningkatkan serangan nuklir taktis gaya Korut.
"Latihan tersebut menguji keandalan sistem komando, manajemen, kendali dan operasi seluruh kekuatan nuklir dan memastikan unit roket ganda superbesar telah menguasai kemampuan untuk beralih ke mode serangan balik nuklir," kataKCNA.
KCNAjuga mengatakan latihan tersebut merupakan respons terhadap latihan udara gabungan Amerika Serikat (AS) - Korea Selatan (Korsel), yang berlangsung dari 12 April hingga 26 April.
Sebaiknya Anda baca juga:
Angkatan udara AS dan Korsel mengatakan latihan tahunan ini akan berfungsi untuk menunjukkan sifat mematikan di wilayah udara, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menghalangi, mempertahankan, dan mengalahkan musuh mana pun.
Pyongyang mengklaim pihaknya sangat terancam oleh provokasi militer yang tak henti-hentinya dilakukan oleh kekuatan musuh, kataKCNA. Akibatnya, Korut perlu meningkatkan kekuatan militer terkuat mereka secara lebih besar dan lebih cepat, imbuh kantor berita Korut itu.
Latihan pemicu nuklir terbaru Korut ini adalah latihan yang dirancang untuk sebuah skenario yang menunjukkan bagaimana rezim Kim Jong-un akan merespons pemboman udara yang mengejutkan di Pyongyang oleh angkatan udara gabungan AS-Korsel, kata Han Kwon-hee dari Asosiasi Studi Industri Pertahanan Korea kepadaAFP.
"Latihan tersebut menunjukkan kemungkinan respons yang mungkin melibatkan pembalasan dengan misil nuklir terhadap Korsel," imbuh dia.
Peringatan Seoul
Menanggapi laporan dariKCNAitu, Kementerian Pertahanan Korsel memperingatkan bahwa rezim Korut akan berakhir jika negara tersebut mencoba menggunakan senjata nuklir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!