Redam Gejolak Rupiah, BI Diperkirakan Dua Kali Naikkan Bunga Acuan
📅 Selasa, 23 Apr 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Sinyal kepada pasar bahwa memegang rupiah itu aman menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian. Pekan lalu, saya mengatakan kenaikan suku bunga acuan hukumnya wajib bagi BI di situasi sekarang," katanya saat dihubungi kemarin.
Kenaikan BI Rate, menurut Susilo, dapat mencegah semakin besarnya capital outflow. Apalagi dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang memberi kepastian mengenai suksesi kekuasaan di Indonesia.
"Tekanan pada rupiah harus diatasi dengan agresif, salah satunya kenaikan suku bunga acuan. Jangan ditunda lagi, lebih susah untuk mengendalikan kalau sudah melewati batas psikologis. Mumpung sekarang ini ada sinyal baik kepastian politik, moneter harus bergerak cepat memberi sinyal kuat bahwa rupiah itu aman," tandas Susilo.
Sementara itu, Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, mengatakan selain menaikkan suku bunga acuan, BI juga perlu menerbitkan instrumen investasi yang sesuai market untuk menarik modal asing masuk ke Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika BI gagal menahan penguatan dollar AS atas rupiah maka itu bisa menyulitkan perekonomian masyarakat. "Harga-harga pasti naik dan inflasi sulit dikendalikan," tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!