Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Rain Garden System', Solusi Keberlanjutan Lingkungan dan Ekonomi Sirkular

📅 Selasa, 16 Apr 2024, 06:25 WIB | Oleh:
“Rain Garden System', Solusi  Keberlanjutan Lingkungan dan  Ekonomi Sirkular Doc: Istimewa

Peneliti dari Kelompok Riset Kimia Analitik, Pusat Riset Kimia Maju - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hafiizh Prasetia, saat ini telah mengembangkan konsep sistem Rain Garden untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular.

Sistem Rain Garden adalah sebuah hamparan alami seperti sebuah taman, yang terdiri dari kombinasi tanah, serasah daun, dan tanaman. Rain garden disebut juga sebagai daerah bioretensi, didesain untuk menampung sementara air hujan, melakukan penyaringan, dan membantu proses infiltrasi dan evaporasi.

Penelitian ini berangkat dari masalah pencemaran lingkungan, yang diakibatkan masuknya bahan pencemar atau polutan, dapat berupa gas maupun bahan-bahan terlarut dan partikulat.

"Pencemaran air dapat melalui atmosfer, tanah, limpasan (run off), ataupun limbah domestik dan industri," ungkap Hafiizh, pada webinar ORNAMAT ke-33, pada Agustus tahun lalu seperti dilansir laman brin.go.id.

Pada penelitian ini, pertama, Hafiizh dan tim mengembangkan konsep sistem Rain Garden aliran bawah permukaan horizontal. Bagaimana potensi tanaman purun tikus untuk mengatasi pencemaran logam berat besi (Fe) dan mangan (Mn) pada limpasan air hujan.

"Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa presentasi logam beratnya hampir lumayan bagus, yaitu 70 persenan. Jadi walaupun lebih rendah dari beberapa penelitian yang lain, namun ini sudah bisa dipastikan memiliki potensi lumayan besar," papar Hafiizh.

Penelitian kedua aplikasi rain garden system di wilayah perkotaan sebagai solusi penanggulangan limpasan air hujan dan proteksi sumber daya air. Kebanyakan, di kota-kota besar, khususnya di perumahan, air hujan tidak bisa langsung masuk ke dalam tanah otomatis, dan ini akan menjadi masalah, seperti aliran permukaan.

"Aliran permukaan ini apabila membawa polutan-polutan akan sangat berbahaya sekali bagi lingkungan," ucap Hafiizh.

Solusi dari menggunakan rain garden, dengan campuran karbon aktif dari sekam padi atau arang aktif sekam padi, sehingga mampu menghilangkan kekeruhan dan bakteri khususnya E. coli. "Dari sini kita amati bahwa hampir sekitar 90 dan 95 persen bisa diserap," ungkap dia.

Ada juga penelitian lain yang digunakan, yakni desain multifungsi rain garden di laboratorium, mampu menurunkan kekeruhan lebih dari 70 persen dengan beberapa tahapan. "Hasil pengujian menunjukkan, nilai efisiensi penurunan kekeruhan kolom rain garden berkisar antara 49 sampai 81 persen ketika ditambahkan arang aktif. Dengan ketebalan 11 sentimeter, arang aktif sekam padi mampu menurunkan kekeruhan sungai dengan efisiensi 81 persen," ucap Hafiizh.

"Aplikasi karbon aktif dari ampas tebu untuk abstrak chemical oxygen demand (COD) pada limbah sasirangan hasilnya juga bagus, ini mencapai 95,37 persen, yaitu dapat menurunkan kandungan COD, didapatkan pada kondisi PH 5 dalam waktu kontak 90 menit," jelas dia.

Hafiizh menyatakan bahwa inovasi green product atau produk ramah lingkungan yang merupakan interaksi antara inovasi teknologi dan keberlanjutan, harus selalu diterapkan dalam keilmuan dan juga industri.

"Titik berat inovasi ini adalah adanya pemanfaatan limbah biomassa menjadi material adsorben yang dipadukan dengan sistem rain garden," tegas dia. "Dengan pemanfaatan limbah biomassa yang jumlahnya melimpah di alam sebagai bahan baku adsorben, maka secara langsung dapat menerapkan aspek ekonomi sirkular dan keberlanjutan," imbuh dia. ν I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.