Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Retno Meminta Amerika Serikat Membantu untuk Meredakan Konflik Iran-Israel

📅 Selasa, 16 Apr 2024, 15:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Retno Meminta Amerika Serikat Membantu untuk Meredakan Konflik Iran-Israel Doc: ANTARA/Andi Firdaus
Ket. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers usai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo terkait memanasnya konflik Iran-Israel, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/4/2024).

Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi meminta Amerika Serikat membantu meredakan konflik Iran dan Israel yang pecah setelahTeheranpada Sabtu (13/4) membalas serangan TelAvivterhadap kantor konsulatnya di Damaskus, Suriah, awal April.

Dalam upaya deeskalasi konflik di kawasan Timur Tengah itu, Retno mengatakan diatelah menelepon sejumlah mitranya, termasuk Wakil Menlu AS Kurt M Campbell pada Selasa pagi waktu Jakarta.

"Kita tahu Amerika Serikat punya peran yang sangat besar untuk dapat menggunakan pengaruhnya agar deeskalasi terjadi," katanya usai mengikuti rapat tertutup merespons konflik Iran-Israel, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Karena itu, Retno mendesak Campbell untuk menggunakan "pengaruh besar AS" dalam meredakan konflik di Timur Tengah agar tidak semakin meluas dampaknya.

Menurut laporan media, serangan Israel terhadap kantor konsulat Iran di Damaskus pada 1 April itu menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk tujuh penasihat militer Iran.

AS, yang adalah sekutu Israel, kembali menegaskan komitmen negaranya terhadap keamanan Israel dan menggarisbawahi perlunya meredam konflik agar tidak meluas.

Sebelumnya pada Senin (15/4), Menlu Retno telah menelepon Menlu Iran Hossein Amir-Abdollahian, yang disebutnya memiliki hubungan baik dengan Indonesia.

Dalam pembicaraan yang berlangsung sekitar 50 menit, ia menegaskan bahwa eskalasi tidak akan membawa manfaat bagi siapa pun.

Dia pun telah berdiskusi dengan sejumlah pihak yang dianggap memiliki pengaruh, baik terhadap keputusan Iran maupun Israel, seperti Arab Saudi, Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Turki, Belanda, dan Jerman.

"Jadi upaya diplomatik terus kita jalankan agar deeskalasi terjadi," tutur Retno.

Namun, dalam upaya Indonesia menengahi kedua pihak yang berkonflik, Retno menegaskan bahwa RI tidak berencana menormalisasi hubungan dengan Israel.

Pemberitaan terkait pembukaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel seringkali muncul di tengah isu-isu Timur Tengah, termasuk ketika Indonesia menegaskan komitmennya mendukung perjuangan Palestina.

"Oh enggak(ada rencana normalisasi). Dari waktu ke waktu selalu ada pihak-pihak yang mengatakan sudah waktunya Indonesia melakukan normalisasi (hubungan dengan Israel), tetapi sejauh ini posisi kita tetapno(tidak)," kataRetnomenegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.