Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Paus Fransiskus Serukan untuk Mencegah Eskalasi dan Menghindari Konflik Meluas di Timur Tengah

6 Senin, 15 Apr 2024, 13:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Paus Fransiskus Serukan untuk Mencegah Eskalasi dan Menghindari Konflik Meluas di Timur Tengah Paus Fransiskus Serukan untuk Mencegah Eskalasi dan Menghindari Konflik Meluas di Timur Tengah Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Paus Fransiskus.

Jakarta - Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus menyatakan prihatin terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah menyusul serangan rudal dan pesawat nirawak Iran ke Israel pada Sabtu (13/4).

"Saya menyeru secara tulus (kepada semua pihak) untuk menghentikan segala tindakan yang dapat memicu kekerasan yang semakin parah, dengan risiko menarik kawasan Timur Tengah pada konflik militer yang lebih buruk," ucap Paus dalam pernyataannya di media sosial, Minggu (14/4).

Ia mengatakan bahwa tidak boleh ada negara yang mengancam eksistensi negara lain karena semua negara selayaknya hidup berdampingan secara damai.

Paus Fransiskus turut menegaskan pentingnya solusi dua negara terlaksana demi mengakhiri konflik antara Israel dan Palestina. Ia menyebut solusi dua negara merupakan kehendak rakyat Palestina dan Israel.

"Hendaknya semua bangsa mendukung perdamaian dan membantu rakyat Israel dan Palestina hidup di dua negara yang saling berdampingan dengan aman," kataPaus.

"Hal tersebut adalah keinginan mereka yang mendalam dan pantas, dan itu adalah hak mereka! Dua negara yang saling bertetangga," ujarFransiskus menegaskan.

Selain itu, pemimpin Gereja Katolik itu berharap agar gencatan senjata tercapai di Jalur Gaza dan negosiasi segera dilaksanakan demi mengakhiri konflik.

Sri Paus juga menegaskan bahwa masyarakat Palestina di Jalur Gaza yang tengah didera krisis kemanusiaan harus terus dibantu. Ia turut berharap supaya semua sandera dapat segera dibebaskan.

"Tiada lagi perang, tiada lagi serangan, tiada lagi kekerasan! Dukung dialog dan perdamaian!" kata Paus Fransiskus.

Permusuhan terbaru antara Iran dan Israel dipicu serangan terhadap Konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pada 1 April lalu.

Serangan itu menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran, termasuk dua jenderal penting. Iran menuding Israel bertanggung jawab atas serangan fatal tersebut.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan dengan menembakkan puluhan rudal balistik dan ratusan pesawat nirawak ke Israel pada Sabtu malam (13/4).

Serangan itu, menurut Israel, berhasil digagalkan dan hanya mengenai sebuah pangkalan udara militer di Israel tetapi tidak menimbulkan kerusakan serius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Kris Dayanti Ajak Musisi Disabilitas Terus Berkarya

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Kris Dayanti Ajak Musisi Di...
Luar Negeri
Menara Eiffel Tutup karena ...

Pemerintah Segera Buka Rekrutmen CPNS 2026

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Pemerintah Segera Buka Rekr...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.