Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jadi Mata-mata Kuba, Mantan Dubes AS Divonis 15 Tahun Penjara

📅 Sabtu, 13 Apr 2024, 09:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jadi Mata-mata Kuba, Mantan Dubes AS Divonis 15 Tahun Penjara Doc: BBC/AFP/Getty Images
Ket. Manuel Rocha, mantan dubes AS untuk Bolivia, mengakui bertindak sebagai mata-mata Kuba selama beberapa dekade.


MIAMI - Victor Manuel Rocha (73) ditangkap pada bulan Desember atas tuduhan "penyusupan dengan jangkauan tertinggi dan paling lama terhadap pemerintah Amerika Serikat yang dilakukan oleh agen asing."

Rocha mengaku tidak bersalah pada bulan Februari atas tuduhan berkonspirasi sebagai agen pemerintah asing namun kemudian ia menerima kesepakatan pembelaan dengan jaksa federal.

Hakim Beth Bloom, setelah sidang selama tiga setengah jam di Miami pada Jumat (12/4), mengatakan akan memberinya "hukuman maksimum yang diizinkan oleh hukum."

Selain hukuman 15 tahun, Rocha didenda 500.000 dollar AS.

Rocha, seorang warga negara AS yang dinaturalisasi dan berasal dari Kolombia, diduga mulai membantu Havana sebagai agen rahasia Direktorat Jenderal Intelijen (DGI) Kuba pada tahun 1981, dan aktivitas spionasenya berlanjut hingga ia ditangkap, menurut pihak berwenang AS.

Jaksa Agung Merrick Garland, ketika mengumumkan penangkapan Rocha pada bulan Desember, mengatakan, Rocha "berulang kali menyebut Amerika Serikat sebagai 'musuh'" dan "berulang kali membual tentang pentingnya upayanya."

Rocha bergabung dengan Departemen Luar Negeri AS pada 1981 dan naik pangkat sebagai diplomat karir, bertugas di pos-pos di Havana, Buenos Aires, Mexico City dan Washington.

Rocha bertugas di Dewan Keamanan Nasional dari tahun 1994 hingga 1995 pada pemerintahan presiden Bill Clinton, dan menjadi duta besar untuk Bolivia dari tahun 2000 hingga 2002 di bawah pemerintahan Clinton dan George W. Bush. Ia juga menjabat sebagai penasihat komando militer AS yang bertanggung jawab atas Kuba.

Pengaduan pidana terhadap Rocha merinci bagaimana, dia "berperilaku seperti agen Kuba," memuji mendiang pemimpin negara yang dikuasai Fidel Castro dan "menggunakan istilah 'kami' untuk menggambarkan dirinya dan Kuba."

"Meskipun bersumpah akan membela Konstitusi Amerika Serikat, Rocha mengkhianati AS dengan diam-diam bekerja sebagai agen Kuba selama beberapa dekade," kata Larissa Knapp, asisten direktur eksekutif Cabang Keamanan Nasional FBI.

"Setelah bertahun-tahun berbohong dan membahayakan keamanan nasional dan warga AS, dia akhirnya menerima tanggung jawab atas tindakannya dan menerima hukuman penjara maksimal."

Banyaknya kasus spionase telah merusak hubungan kedua negara. AS dan Kuba telah menjadi musuh sejak revolusi Komunis Kuba pada tahun 1959, pada puncak Perang Dingin.

Penangkapan dan hukuman Rocha terjadi sekitar 15 tahun setelah dakwaan terhadap Walter Kendall Myers dan Gwendolyn Myers, pasangan Amerika yang menjadi mata-mata Kuba selama hampir 30 tahun.

Kendall Myers divonis penjara seumur hidup, sedangkan istrinya divonis lebih dari lima tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.