Kanada Siapkan Investasi Rp28 Triliun untuk Kecerdasan Buatan
📅 Selasa, 09 Apr 2024, 00:00 WIB | Oleh: Eko SGeorgieva menjelaskan perbedaan tersebut disebabkan negara-negara berpendapatan rendah mempunyai lapangan kerja lebih sedikit. "Risiko meningkatnya kesenjangan antarnegara dan lintas negara sangatlah nyata," katanya.
Georgieva menekankan dampak AI terhadap pasar tenaga kerja akan sangat besar. Hal itu akan memungkinkan beberapa pekerjaan meningkat, tapi banyak di antaranya akan hilang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!