Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD: 3 Kecamatan di Buol Sulawesi Tengah Terendam Banjir

📅 Senin, 08 Apr 2024, 09:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD: 3 Kecamatan di Buol Sulawesi Tengah Terendam Banjir Doc: ANTARA/HO-BPBD Sulteng
Ket. Salah satu rumah warga terendam banjir di Kabupaten Buol, Minggu (7/4/2024).

PALU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan tiga kecamatan di Kabupaten Buol terendam banjir.
"Dari laporan yang kami terima, tiga kecamatan yang terendam banjir yakni Kecamatan Paleleh, Kecamatan Paleleh Barat, dan Kecamatan Lakea," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sulteng Andy Sembiring di Kota Palu, Senin (8/4).

Ia menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu (7/4) sekitar pukul 18.30 WITA karena intensitas curah hujan yang tinggi mengakibatkan meluapnya sungai hingga menggenangi permukiman warga.

Dia menyebutkan ada tiga desa terendam banjir di Kecamatan Palele yakni Desa Talaki, Kwala Besar, dan Dutuno, tiga desa di Kecamatan Palele Barat, yaitu Desa Bodo, Talokan, dan Harmoni, sertasatu desa di Kecamatan Lakeayaitu Desa Lakea II.

Andy mengatakan saat ini pihaknya telah menyiapkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Provinsi Sulteng yang sewaktu-waktu dapat turun ke lokasi terdampak bencana di Kabupaten Buol.

"Sejumlah fasilitas umum juga turut terendam banjir, begitu pula dengan rumah warga. Bahkan, menurut laporan koordinasi bersama BPBD Kabupaten Buol, sejumlah kendaraan juga terendam banjir," katanya.

Meskipun demikian, kata dia, BPBD Sulteng belum mengetahui pasti jumlah warga terdampakbanjir tersebut karena saat ini masih sedang dilakukan pendataan oleh TRC BPBD Kabupaten Buol dan aparat setempat.

Ia mengatakan tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini dan warga yang mengungsi bahkan juga masih dalam pendataan.

"Belum diketahui pasti berapa besar dampak banjir. Namun dari laporan yang kami terima, di Desa Talakisebanyak 350 kepala keluarga dengan 1.600 jiwa terdampak banjir. Sementara daerah lain masih pendataan," katanya.

Sementara itu, hujan masih mengguyur daerah Buol dengan intensitas sedang. Adapun kebutuhan mendesak yang dibutuhkan wargaberupa logistik, perlengkapan bayi, pakaian, dan selimut.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD setempat, banjir di Desa Talaki mulai berangsur surut. Warga juga melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat dan beberapa lokasi yang lebih aman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.