Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasien Penerima Transplantasi Ginjal Babi di AS Boleh Pulang dari Rumah Sakit

📅 Jumat, 05 Apr 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Pasien Penerima Transplantasi Ginjal Babi di AS Boleh Pulang dari Rumah Sakit Doc: ISTIMEWA
Ket. Ginjal yang ditransplantasikan ke Richard Slayman, 62 tahun, mampu menjalankan fungsi organ utama.

BOSTON - Pasien pertama yang menerima transplantasi ginjal dari babi hasil rekayasa genetika di Amerika Serikat (AS), mendapat hasil yang sangat baik sehingga pada Rabu (3/4), ia keluar dari rumah sakit, hanya dua minggu setelah operasi terobosan tersebut.

Menurut para ilmuwan, transplantasi dan hasil yang menggembirakan ini merupakan momen luar biasa dalam bidang kedokteran, mungkin menandai era transplantasi organ lintas spesies.

Dikutip dari The Straits Times, dua transplantasi organ sebelumnya dari babi hasil rekayasa genetika telah gagal. Kedua pasien menerima jantung dan keduanya meninggal beberapa minggu kemudian. Pada satu pasien, terdapat tanda-tanda sistem kekebalan telah menolak organ tersebut, sebuah risiko yang konstan.

Namun, menurut dokternya di Rumah Sakit Umum Massachusetts di AS, ginjal yang ditransplantasikan ke Richard Slayman, 62 tahun, berfungsi memproduksi urin, membuang produk limbah dari darah, menyeimbangkan cairan tubuh, dan menjalankan fungsi penting lainnya.

"Meninggalkan rumah sakit hari ini adalah momen paling berkesan yang pernah saya alami dalam waktu yang lama adalah momen yang saya harap akan terjadi selama bertahun-tahun. Sekarang itu menjadi kenyataan," kata Slayman dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh rumah sakit.

Dia mengaku telah menerima "perawatan luar biasa" dan berterima kasih kepada para dokter dan perawatnya, serta para simpatisan yang telah menghubunginya, termasuk pasien ginjal yang sedang menunggu organ. "Hari ini menandai awal yang baru bukan hanya bagi saya, tapi juga bagi mereka," kata Slayman.

Kepala Petugas Medis di United Network for Organ Sharing, David Klassen, yang mengelola sistem transplantasi organ di negara tersebut, mengatakan prosedur ini membawa prospek xenotransplantasi, atau transplantasi organ dari hewan ke manusia, semakin mendekati kenyataan.

"Meskipun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, saya pikir potensi manfaat dari hal ini bagi banyak pasien akan terwujud, dan hal ini masih menjadi tanda tanya di lapangan," katanya.

Harus Direplikasi

Menurut Klassen, apakah nanti tubuh Slayman pada akhirnya akan menolak organ yang ditransplantasikan, masih belum diketahui. Ada juga tantangan lain. Keberhasilan operasi harus direplikasi pada banyak pasien dan dipelajari dalam uji klinis sebelum xenotransplantasi tersedia secara luas.

"Jika transplantasi ini ingin ditingkatkan dan diintegrasikan ke dalam sistem layanan kesehatan, terdapat tantangan logistik yang menakutkan, dimulai dengan memastikan pasokan organ yang memadai dari hewan hasil rekayasa genetika," katanya.

Biaya tentu saja bisa menjadi kendala yang cukup besar. "Apakah ini sesuatu yang benar-benar dapat kita upayakan secara realistis sebagai sistem layanan kesehatan? Kita perlu memikirkan hal itu," kata Klassen.

Pengobatan penyakit ginjal sudah memakan biaya yang sangat besar. Menurut National Kidney Foundation, penyakit ginjal stadium akhir, yaitu titik di mana organ mengalami kegagalan fungsi mempengaruhi 1 persen penerima manfaat Medicare namun menyumbang 7 persen pengeluaran Medicare. Namun, potensi medis dari transplantasi babi ke manusia sangatlah besar.

Slayman memilih prosedur eksperimental karena dia hanya punya sedikit pilihan. Dia mengalami kesulitan menjalani cuci darah karena masalah pada pembuluh darahnya, dan dia harus menunggu lama untuk mendapatkan donor ginjal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.