Kisah Orang Alor Beradaptasi dengan Perubahan Iklim 43 Ribu Tahun Lalu
📅 Kamis, 04 Apr 2024, 12:00 WIB | Oleh: Tim PenulisNaiknya permukaan laut pada awal pertengahan Holosen turut membanjiri teluk sehingga Selat Pantar kembali terbuka. Akibatnya, sumber makanan dari teluk menghilang dari pola makan Makpan. Bersamaan dengan hal tersebut, ketergantungan pada makanan darat meningkat. Ini menyiratkan bahwa kegiatan melaut tidak seintensif periode hunian sebelumnya.
Pada periode ini juga terjadi penurunan intensitas okupasi. Puncaknya adalah sekitar 7 ribu tahun silam ketika manusia meninggalkan Makpan. Alasannya memang belum diketahui hingga saat ini. Namun, salah satu kemungkinannya adalah kenaikan permukaan laut yang membuat daerah lain di sekitar Alor menjadi lokasi pemukiman yang lebih menarik sehingga mendorong orang untuk pindah.
Gua Makpan baru dihuni kembali pada periode Neolitikum atau zaman batu muda (~3500 tahun yang lalu), kemungkinan karena stabilisasi permukaan laut pada masa Holosen akhir serta perubahan teknologi dan strategi penghidupan. Ini terbukti dengan munculnya tembikar dan hewan ternak dalam lapisan-lapisan di gua Makpan.![]()
Hendri A. F. Kaharudin, PhD Student & Research Assistant, Australian National University; Shimona Kealy, Postdoctoral Researcher, College of Asia & the Pacific, Australian National University, dan Sue O'Connor, Distinguished Professor, School of Culture, History & Language, Australian National University
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!